Sabda Hidup: Jumat, 30 Januari 2015

penabur2PERAYAAN St. Yasinta Mareskoti Warna liturgi Hijau Bacaan: Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34. BcO Rm. 11:1-12 Bacaan Injil Mrk. 4:26-34 26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” 30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. Renungan: Kita sering menyaksikan kisah-kisah orang yang berhasil dalam hidup, terutama usahanya. Umumnya mereka berangkat dari kecil. Tidak jarang berawal dari situasi yang sangat-sangat terbatas. Sedikit demi sedikit dengan aneka peluh usaha itu mereka bangun. Sampai akhirnya mereka bisa memberi kesaksian bahwa ratusan orang bernaung di perusahaannya. Ia yang dulu kecil kini bisa menghidupi ratusan karyawan plus tentunya keluarga karyawannya. Biji sesawi memang kecil. Namun ketika biji itu jatuh ke tanah yang baik ia akan bertumbuh menjadi pohon yang besar. Padanya banyak burung bisa bernaung dan berlindung. Inilah gambaran Kerajaan Allah yang disampaikan oleh Yesus. Marilah kita sungguh-sungguh berpeluh dengan apa yang kita lakukan. Usaha dan berkatNya akan menjadikan semua yang awalnya tampak kecil akan menjadi besar dan menjadi naungan bagi banyak orang. Dan kita pun turut menghadirkan Kerajaan Allah. Kontemplasi: Bayangkan dirimu menumbuhkan benihmu, talentamu. Usahakan itu dengan sungguh-sungguh sampai bertumbuh dan menghidupi. Refleksi: Sejauh mana anda bersungguh-sungguh menumbuhkan benih, talentamu? Doa: Tuhan Engkau memberi gambaran sederhana tentang kerajaanMu. Semoga aku pun mampu mengembangkan benih KerajaanMu dalam perjuangan hidupku. Amin. Perutusan: Aku akan bersungguh-sungguh menumbuhkembangkan benih kerajaan Tuhan. Kredit foto: Ilustrasi

penabur2

PERAYAAN St. Yasinta Mareskoti

Warna liturgi Hijau

Bacaan: Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34.

BcO Rm. 11:1-12

Bacaan Injil Mrk. 4:26-34
26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Renungan:
Kita sering menyaksikan kisah-kisah orang yang berhasil dalam hidup, terutama usahanya. Umumnya mereka berangkat dari kecil. Tidak jarang berawal dari situasi yang sangat-sangat terbatas. Sedikit demi sedikit dengan aneka peluh usaha itu mereka bangun. Sampai akhirnya mereka bisa memberi kesaksian bahwa ratusan orang bernaung di perusahaannya. Ia yang dulu kecil kini bisa menghidupi ratusan karyawan plus tentunya keluarga karyawannya.

Biji sesawi memang kecil. Namun ketika biji itu jatuh ke tanah yang baik ia akan bertumbuh menjadi pohon yang besar. Padanya banyak burung bisa bernaung dan berlindung. Inilah gambaran Kerajaan Allah yang disampaikan oleh Yesus.

Marilah kita sungguh-sungguh berpeluh dengan apa yang kita lakukan. Usaha dan berkatNya akan menjadikan semua yang awalnya tampak kecil akan menjadi besar dan menjadi naungan bagi banyak orang. Dan kita pun turut menghadirkan Kerajaan Allah.

Kontemplasi: Bayangkan dirimu menumbuhkan benihmu, talentamu. Usahakan itu dengan sungguh-sungguh sampai bertumbuh dan menghidupi.

Refleksi: Sejauh mana anda bersungguh-sungguh menumbuhkan benih, talentamu?

Doa: Tuhan Engkau memberi gambaran sederhana tentang kerajaanMu. Semoga aku pun mampu mengembangkan benih KerajaanMu dalam perjuangan hidupku. Amin.

Perutusan: Aku akan bersungguh-sungguh menumbuhkembangkan benih kerajaan Tuhan.

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply