Sabda Hidup: Jumat, 26 September 2014

yesus dan muridnyaPERAYAAN Santo Kosmas & St. Damianus, Gaspar Strangassinger warna liturgi Hijau Bacaan: Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:18-22. BcO Tb. 7:1,8b-17; 8:5-13 Bacaan Injil Luk. 9:18-22: 18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” 19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada […]

yesus dan muridnya

PERAYAAN Santo Kosmas & St. Damianus, Gaspar Strangassinger
warna liturgi Hijau

Bacaan: Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:18-22.

BcO Tb. 7:1,8b-17; 8:5-13

Bacaan Injil Luk. 9:18-22:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” 19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” 20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. 22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Renungan:
Ditolak mereka yang semestinya mengerti untuk menerima adalah hal yang menyakitkan. Para tua-tua, imam, ahli Taurat semestinya mengerti ciri-ciri Mesias. Walau ciri itu tampak dalam diri Yesus, mereka tetap tidak mau menerima bahkan menolaknya.

Aku baru saja rampung membaca novel “Nada untuk Asa” karya Ita Sembiring. Filmnya sedang dipersiapkan Komsos KAJ.

Di sana dikisahkan Nada, ibunya Asa, ditolak oleh ayah dan saudara dan kemenakannya. Ia ditolak karena mengidap sakit aids yang didapat dari suaminya. Salaman, bahkan telpun pun sudah membuat ayahnya khawatir tertular. Seorang pribadi yang semestinya tahu dan mengerti untuk menerima anak kandung yang membutuhkan uluran kasih malah menolak dengan kata dan tindakan yang menyakiti. Hati Nada begitu pilu. Namun ia bertahan dan berjuang menghidupi keluarganya sampai mereka menjadi keluarga yang bahagia, walau sering harus tersingkir.
Marilah kita belajar dari Yesus dan juga Nada, walau ditolak tidak menyerah namun tetap menjalankan banyak hal yang semestinya kita jalankan. Tak ada yang mampu menggagalkan kala kita sungguh berdampingan dengan kehendak Allah.

Kontemplasi:  Pejamkan sejenak matamu dan hadirkan bayangan bagaimana mengalami situasi ditolak.

Refleksi: Apa yang kaulakukan ketika mengalami penolakan?

Doa:Tuhan semoga para penderita Aids, terutama yang bukan karena kesalahannya sendiri, mendapatkan rahmat pendampinganMu dan mampu mengarungi hidupnya dengan tabah. Amin.

Perutusan: Aku akan terus melangkah menaburkan kasih walau mengalami penolakan. -nasp-

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply