Sabda Hidup: Jumat 22 Agustus 2014 Peringatan Wajib SP Maria Ratu

Santa Maria RatuWARNA liturgi putih. Bacaan: Yeh. 37:1-14; Mzm. 107:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 22:34-40; BcO Pkh. 8:5 – 9:10 Bacaan Injil Mat. 22:34-40: 34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” […]

Santa Maria Ratu

WARNA liturgi putih.

Bacaan: Yeh. 37:1-14; Mzm. 107:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 22:34-40; BcO Pkh. 8:5 – 9:10

Bacaan Injil Mat. 22:34-40:
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” 37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Renungan:
Hari ini saya kembali kagum pada kemampuan Yesus merangkum ajaran dan hukum yang ditemui. Rangkuman ajaran itu adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Mat 22:40). Rangkuman Yesus ini pasti memudahkan para murid, juga kita, dalam memahami ajaranNya dan membingkai pengajaran kita.

Sebagai seorang murid saya selalu senang kala guru/dosenku memberikan rangkuman materi pengajarannya. Sebaliknya sebel dan males kalau guru/dosen ngajarnya berbelit-belit dan tidak jelas.

Salah satu dosen yang kuingat selalu membuat skema materi pengajaran yang gampang kupahami adalah Rm Sudiarjo SJ. Jujur (maaf ya MoDipo dosen dan sahabatku), lebih mudah membaca skema beliau daripada mendengarkan beliau kala ngajar. Dan untungnya beliau murah hati, selalu meninggalkan skemanya kala istirahat dan aku boleh melihatnya. Aku pun mempelajari skema beliau dan kemudian membuat sendiri setelah selesai kuliah.

Belajar dari Yesus marilah kita belajar merangkum dengan baik segala pengajaran yang kita terima dan merumuskannya kembali sebagai rumusan yang gampang dimengerti. Membuat yang rumit jadi sederhana dan tidak memperumit yang sederhana.

Kontemplasi: Bayangkan Yesus lagi mau dijebak dengan pertanyaan. Yesus tenang dan malah memberi jawaban yang membuat para penjebaknya terkagum2. Coba padankan dengan salah satu pengalamanmu.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu kala menanggapi jebakan2 yang pernah kaualami.

Doa: Yesus, terima kasih atas pengajaranMu yang menjadi patokan hidup kami: mengasihi Tuhan dan sesama. Semoga banyak guru/dosen sungguh membantu siswa-siswinya memahami yang diajarkan bukan memperumitnya. Amin.

Perutusan: Aku akan terus belajar mempermudah yang rumit dan tidak menjadikan rumit yang mudah.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply