Sabda Hidup: Jumat, 21 November 2014, Bunda Maria Dipersembahkan

bunda maria by catholic traditionPERINGATAN Wajib SP Maria Dipersembahkan kepada Allah warna liturgi Putih Bacaan: Why. 10:8-11; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Luk. 19:45-48; BcO Dan. 2:1,25-47 Lukas 19:45-48: 45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,46 kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” 47 Tiap-tiap hari Ia […]

bunda maria by catholic tradition

PERINGATAN Wajib SP Maria Dipersembahkan kepada Allah

warna liturgi Putih

Bacaan: Why. 10:8-11; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Luk. 19:45-48;

BcO Dan. 2:1,25-47

Lukas 19:45-48:
45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,46 kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,48tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Renungan:
Yesus mengusir para pedagang di sekitar bait Allah. Ia tidak rela: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19:46). Mereka yang berdagang di luar pun sudah membuatNya tidak berkenan, bagaimana sekiranya kalau Dia menemukan orang-orang yang (maaf) “memperdagangkan” Allah? Bisa dibayangkan betapa besar amarahNya.

Beberapa waktu yang lalu kita sempat mendapat berita bagaimana Yesus dijadikan ladang mengeruk uang jemaat untuk kepentingan pribadi pemimpin. Di tempat lain para pengkotbah meminta bayaran tinggi untuk suatu ceramah keagamaan. Agama, Tuhan dijadikan bahan dagangan. Anugerah cuma-cuma dari Tuhan diberi tarif yang tinggi sehingga tidak semua yang berharap mendapatkan pengajarannya (yang bagus) bisa menemukan.

Marilah kita bermurah hati dalam melayani. Tidak memasang tarif dan menyalahgunakan Allah untuk kepentingan pribadi kita. Allah telah bermurah hati, maka jangan sampai Ia mengusir kita dari hadapanNya.

Kontemplasi: Bayangkan Tuhan ada di hadapanmu dan mengevaluasi mewartakan nama Tuhan.

Refleksi: Apa evaluasi Tuhan terhadap tindakan pewartaanmu? Dan bagaimana ketulusanmu dalam mewartakanNya?

Doa: Tuhan semoga aku dan semua orang tidak tergoda memperdagangkan Engkau. Semoga rahmat cuma-cuma dariMu kubagi dengan murah hati. Amin.

Perutusan: Aku akan menjaga kemurnian tugas pewartaan dari Tuhan.

Kredit foto: Ilustrasi (Catholic Tradition)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply