Sabda Hidup: Jumat, 19 Desember 2014

elisabeth dan zakhariaHARI  Biasa Khusus Adven Warna liturgi Ungu Bacaan: Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25. BcO Yes. 41:8-20 Renungan: Elisabeth yang sudah lanjut umurnya mengandung. Didahului oleh ketidakyakinan Zakharia, suaminya, kisah ini dipaparkan. Elisabet pun mensyukuri peristiwa itu, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang” (Luk 1:25). Sebagai seorang […]

elisabeth dan zakharia

HARI  Biasa Khusus Adven

Warna liturgi Ungu

Bacaan: Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25.

BcO Yes. 41:8-20

Renungan:
Elisabeth yang sudah lanjut umurnya mengandung. Didahului oleh ketidakyakinan Zakharia, suaminya, kisah ini dipaparkan. Elisabet pun mensyukuri peristiwa itu, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang” (Luk 1:25).

Sebagai seorang perempuan bersuami, tidak mempunyai anak menjadi aib bagi Elisabet. Orang mencapnya sebagai perempuan mandul. Maka kehamilannya dirasa sungguh sebagai perbuatan Tuhan untuk menghapuskan aibnya di depan orang.

Kekuatan Tuhan menembus ambang batas ketidakmungkinan manusiawi. Ia mampu mengubah kemustahilan menjadi nyata. Elisabet yang sudah lanjut umur pun bisa hamil karena karyaNya. Pada Tuhan yang tampaknya tidak mungkin akan mungkin terjadi. Terhadapnya kita hanya bisa percaya. Andai ragu, kehendak Tuhan tetap akan terlaksana.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah Luk 1:5-25 dan jadilah salah satu pemeran di sana. Apa yang meragukanmu (seperti Zakharia) dan apa yang membuatmu yakin (seperti Elisabet)?

Refleksi:
Apakah anda pernah mengalami kenyataan atas hal yang menurutmu mustahil?

Doa:
Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin bagimu. Semoga aku mempunyai keyakinan kuat atas kuasamu mewujudnyatakan hal mustahil. Amin.

Perutusan:
Aku meyakini karya Allah dalam diriku yang memungkinkanku melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply