Sabda Hidup: Jumat 18 Juli 2014, Perayaan St. Odilia

Sainte-Odile_24

WARNA liturgi Hijau

Bacaan: Yes. 38:1-6,21-22,7-8; MT Yes. 38:10,11,12abcd,16; Mat. 12:1-8. BcO Ayb. 6:1-30

Bacaan Injil 12:1-8:
1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. 2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? 5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? 6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. 7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. 8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Renungan:
Akhir-akhir ini kita sering disuguhi berita kejahatan paedofilia di sekolah bertaraf internasional. Sebuah sekolah, bahkan menyandang kategori internasional, yang semestinya mendidik dan menjaga anak didiknya malah menjadi mimpi buruk bagi peserta didik. Tindakan2 yang mengerikan yang biasanya berlangsung di tempat rawan malah terjadi di tempat yang dipercaya aman.


Dalam bahasa Jawa guru bermakna.”digugu lan ditiru” (dipercaya dan diteladani) terobek oleh aneka kejahatan tak bermoral segelintir guru. Dalam titik tertentu kepercayaan orang tua pada guru pun diuji. Kemungkinan akan gampang muncul was-was kala anaknya didekati secara tidak wajar oleh gurunya.

Di tengah keguncangan itu kita pantas bersyukur mempunyai Guru unggulan, yaitu Yesus sendiri. Ia bukan hanya mendidik para murid tapi juga melindungi para murid dari ancaman orang lain. Murid yang usil pun tidak dipersalahkan begitu saja, tetapi dibela (bc. Mat 12:2-8). Marilah kita berusaha melindungi, menjaga dan membela mereka yang lemah bukan malah menghancurkan mereka.

Kontemplasi: Pejamkan matamu. Sejenak hadirkan guru2 yang baik. Amatilah kata dan tindakan mereka. Tanamkan kebaikan mereka pada dirimu.

Refleksi: Tulislah langkah-langkahmu dalam melindungi yang lemah.

Doa: Tuhan pulihkan semangat pengabdian dan semangat mendidik orang2 yang terlibat dalam dunia pendidikan. Semoga mereka sungguh menjadi guru yang memberikan rasa aman kepada anak didiknya. Amin.

Perutusan: Aku akan melindungi mereka yang lemah dan butuh perlindungan.

Kredit foto: Santa Odilia (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: