Sabda Hidup: Jumat 14 November 2014, Peringatan Santo Yosef Pignatelli

santo maria yosef pignatelli

PERINGATAN santo Nikolaus Tavelic, Yosef Pignatelli
warna liturgi Hijau

Bacaan: 2Yoh. 4-9; Mzm. 119:1,2,10,11,17,18; Luk. 17:26-37.

BcO 1Mak. 2:1,15-28,42-50,65-70

Bacaan Injil Luk. 17:26-37:
26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

31 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. 32 Ingatlah akan isteri Lot! 33 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”

36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) 37 Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

Renungan:
Dalam suatu kegiatan sering kita mengenal istilah atau bahkan disebut sebagai kegiatan yaitu evaluasi. Seringkali pemimpin acara itu mengatakan: silakan menyampaikan evaluasi atas seluruh kerja kita, bebas dan tidak perlu sungkan.

Walau demikian kadang ada peserta tidak siap menerima kritik, bahkan sekedar masukan. Mereka yang mendapat evaluasi seringkali merasa sakit hati. Dia merasa sudah bekerja dengan giat, tanpa bayaran, eeee malah dijelek-jelekin. Parahnya evaluasi yang diterima bukan menghadirkan harapan untuk berbuat lebih baik di masa yang akan datang tapi malah membuatnya patah arang.

Evaluasi memang elemen penting dalam suatu karya atau kegiatan. Agar evaluasi berhasil setiap pribadi mengerti dan siap menerimanya. Tidak jarang evaluasi dijalani secara tidak seimbang. Dalam kegiatan ini orang cenderung menoleh ke belakang dan memfokuskan perhatian pada kesalahan dan kekurangan yang mereka mengevaluasi.

Mereka yang hanya menoleh ke belakang, seperti isteri Lot, akan kehilangan kesempatan untuk meraih kemuliaan yang berada di depannya (bdk Luk 17:28-32). Ketika tolehan ke belakan terlalu banyak kita lakukan maka hidup pun akan terasa berat. Sebaliknya walau yang didepan itu terasa berat namun kala kaki kita langkahkan yang berat itu akan terasa ringan.

Mari menatap ke depan dan berani menembus belantara kehidupan, ada banyak keindahan dan kekuatan yang bisa ditemui di sana.

Kontemplasi: Bayangkan dirimu yang berjalan meninggalkan rumahmu menuju tempat baru. Ada banyak kisah yang membuatmu gelisah menuju tempat tsb. Tetap maju atau berbalik atau menoleh terus?

Refleksi: Apa artinya bagimu pengalaman masa lalu, hidup sekarang dan jalan di masa depanmu?

Doa: Tuhan semoga aku mempunyai kekuatan untuk tetap melangkahkan kaki selaras dengan kehendakMu. Amin.

Perutusan: Aku akan terus melangkah di belantara kehidupanku.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Kredit foto: Santo Yosef Pignatelli (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: