Saatnya Kotbah tanpa Banyak Kata-kata

kotbah 2“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yg meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pd hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” (1 Kor 2, 4-5). SABTU siang lalu, saya berjumpa seorang bapak, yang sudah lama dibaptis. Saat remaja, bapak ini terlibat aktif dalam kegiatan misdinar dan kegiatan […]

kotbah 2

“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yg meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pd hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” (1 Kor 2, 4-5).
SABTU siang lalu, saya berjumpa seorang bapak, yang sudah lama dibaptis. Saat remaja, bapak ini terlibat aktif dalam kegiatan misdinar dan kegiatan orang muda katolik. Namun demikian, bapak ini sudah lebih dari 25 tahun absen dan tidak banyak terlibat lagi dalam kehidupan Gereja Katolik. Salah satu alasan disampaikan adalah karena dia merasa jenuh dan bosan.Kotbah romonya tak menarik, tak berkobar-kobar dan tak berkesan.

Pengalaman bapak ini mungkin juga dialami oleh murid lain. Apa yang dikatakan bapak ini mungkin benar juga bahwa banyak romo yang kotbahnya kurang menarik, entah karena isinya yang tidak disiapkan, cara menyampaikannya yang tidak bagus, volume suaranya tidak keras, alur gagasannya semrawut atau karena alasan lain.
Saya mungkin termasuk salah satu romo dalam kelompok ini. Kemampuan berbicara dan
mempersiapkan renungan perlu di-upgrade terus menerus. Kursus homiletik pernah saya ikuti selama beberapa bulan, termasuk latihan berkotbah.
kotbah tanpa kata by orbis

Tanpa kata-kata: Kotbah tanpa banyak kata-kata, tapi memberi suri teladan yang jelas dan konkrit. Itulah yang perlu dilakukan para pastor ini di hadapan umatnya. (Courtesy of Orbis Catholics)

 

Pelatihan public speaking pun pernah saya ikuti, agar bisa mengucapkan kata-kata dengan vokal yang jelas, bisa menggunakan sound system dgn baik, bisa menggunakan intonasi maupun gerak tubuh secara tepat. Namun demikian, hasilnya pun belum sangat menggembirakan. Kata-kata hikmat yg meyakinkan belum bisa keluar dari mulutku, selain renungan monoton dan menjemukan.

Dalam situasi seperti ini, kata-kata St. Paulus sungguh memberikan peneguhan bahwa iman para murid hendaknya tidak tergantung dari kata-kata manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Renungan bisa monoton dan kurang meyakinkan; kata-kata gembala bisa terasa kurang lucu dan menarik; sikap dan perilaku gembala bisa mengecewakan; tetapi iman akan Allah tetap kuat dan kokoh.

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply