Saat Akhir Zaman Datang (2)

Jadi Kerajaan Allah yang akan hadir sempurna pada Jaman Akhir, oleh Yesus telah dihadirkan di dunia. Manusia diundang untuk mengalaminya dengan bertobat, percaya dan mengikuti Yesus, sehingga menjadi manusia baru yang bebas merdeka di hadapan Allah.

Jack sedang berjalan di pinggir tebing yang curam, ia terpeleset dan jatuh ke jurang yang dalam. Utung dia dapat meraih sebuah cabang yang menghambat kejatuhannya. Ia melihat ke bawah, batu-batu menunggunya belasan meter di bawah.

Dia sadar, tidak mungkin ia kuat bergantung pada cabang itu, tetapi ia juga tidak dapat memanjat tebing yang curam itu. Jack mulai berteriak-teriak minta tolong, berharap ada orang lewat yang dapat menolongnya. “Tolong! Tolong! Ada orang diatas sana?” Tidak ada jawaban.

Ia sudah hampir putus asa. Tiba-tiba ia mendengar suara: “Jack, Jack, kamu bisa dengar saya?”

”YA! YA! Saya dibawah sini.”

“Saya bisa lihat kamu. Apa kamu baik-baik saja?”

“Ya. Tapi anda ini siapa? Ada dimana?”

“Saya ini Tuhan. Saya ada dimana-mana.”

“Tuhan? Beneran?”

“Ya, itu saya.”

“Tuhan, tolong saya! Saya janji, kalau saya dibebaskan dari sini, saya akan berhenti berdosa. Saya akan sungguh jadi orang baik. Saya akan melayani Tuhan seumur hidup saya.”

”Janji itu gampang, Jack. Tapi, ayo, saya turunkan kamu dari sana, habis itu kita bisa bicara. Sekarang, dengar baik-baik apa yang akan saya minta dari kamu.”

“Saya akan lakukan apa saja, Tuhan. Katakan saja apa yang harus saya perbuat.”

“OK. lepaskan cabang itu.!”

“Apa?”

“Saya katakan, lepaskan vabang itu. Percaya lah pada saya. Lepaskan.”

Lama tidak ada jawaban. Akhirnya Jack teriak lagi: “TOLONG! TOLONG! ADA ORANG LAIN DIATAS SANA?”

Terkadang hidup kita seperti Jack. Kita ingin tahu kehendak Tuhan. Tetapi ketika kita menemukan kehendakNya, kita tidak berani menerimanya. Terlalu menakutkan, terlalu sulit, terlalu berisiko; dan kita mencari di tempat lain.

Ketika Tuhan meminta: “Lepaskan hal-hal yang menghabat hubungan antara Aku dengan kamu; percayakan hidupmu kepadaKu.”

Kedengarannya sangat menakutkan. Tetapi jika kita berani melepaskan, kita menikmati damai dan keamanan dalam TanganNya.

Bagi orang Yahudi, Yesus berharap mereka bertobat dengan melepaskan diri dari kewajiban ibadat dan hukum Taurat yang menekan.

Kepada kita, Yesus mengajak kita melepaskan kecenderungan untuk berpusat pada kepentingan diri; sebagai gantinya menjalani hidup dalam kasih kepada Allah dan sesama.

Hidup dijalani dalam kebersamaan dan di dalam Yesus. Sehingga kasih itu membebaskan kita dari kecemasan, keputus asaan dan beban hidup sehari-hari yang rasanya tak tertanggungkan.

Hidup yang berpusat pada Yesus, hidup yang terarah pada mewujudkan kasih kepada Allah dan sesama adalah hidup yang membuat kita bebas, hidup sebagai manusia baru yang sepenuhnya di hadapan Allah.

Tetapi kadang kita takut; kita tidak percaya, kita tetap ingin mendahulukan masalah, kesulitan dan kepentingan kita.

Sehingga kita tergoda untuk tidak mau mengikuti Yesus dan mencari jalan-jalan lain di luar Tuhan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan kita.

Hari ini kita diajak berani melepaskan pegangan keamanan dan kenyamanan diri; hidup berpasrah pada Allah. Itulah pertobatan, mengikuti Yesus dan menjadi manusia baru yang merdeka di hadapan Allah.

Itu adalah cara hidup yang terarah pada Akhir Jaman, yang membuat kita semakin tumbuh dan semakin dekat dengan Allah. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: