Rumah Bapa

Ayat bacaan: Yohanes 14:2
======================
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”

rumah Bapa, Kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan

Kebutuhan orang akan perumahan sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Krisis global boleh terjadi, mencari uang boleh menjadi lebih sulit, namun kebutuhan akan rumah jelas merupakan salah satu kebutuhan primer seperti sandang dan pangan. Karena itulah dunia properti akan terus hidup, meski bisa saja mengalami peningkatan atau penurunan. Jumlah pertambahan penduduk akan terus meningkat, dan semua orang rasanya butuh tempat tinggal. Tidak heran ketika kita melihat di koran-koran bahwa ada banyak perumahan yang mengiklankan bahwa unit yang tersedia tinggal sedikit lagi. Ada banyak perumahan yang terus berkembang seiring dibukanya cluster-cluster baru menyikapi penuhnya cluster lama yang ada ditambah tingginya permintaan. Di kota saya, pusat kota sudah jenuh. Tidak ada tempat lagi untuk membuka lahan perumahan, sehingga para developer atau pengembang seakan berlomba-lomba untuk membuka lahan baru di berbagai pinggiran kota. Lokasinya bisa jauh sekali untuk dicapai dari pusat kota, malah beberapa perumahan bisa makan waktu sejam untuk dicapai. Namun hal itu tampaknya tidak menyurutkan keinginan orang untuk membeli rumah. Meski jauh dari pusat kota, tetap saja rumah-rumah itu terus laku.

Pada suatu waktu, semua lahan itu pun akan penuh. Saya membayangkan bagaimana kedepannya jika tidak ada lagi lahan yang bisa diolah. Tempat di dunia ini tentu punya batas maksimal. Itu buat kehidupan di dunia yang hanya sementara ini. Sementara nanti di “rumah masa depan” kita, ternyata Tuhan telah menjanjikan bahwa masih ada begitu banyak lahan kosong untuk kita tempati. Rumah Bapa yang menjadi tujuan kita selanjutnya tidaklah terbatas luasnya, tidak akan pernah ditutup karena sudah penuh. Karena itu seandainya seluruh isi dunia ini bertobat, semuanya pasti akan mendapat tempat disana. Hal ini dikatakan langsung oleh Yesus. “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” (Yohanes 14:2). Yesus kemudian melanjutkan: “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (ay 3). Yesus sudah kembali kesana, mempersiapkan tempat bagi orang percaya, dan pada suatu saat nanti Dia akan kembali untuk membawa kita pulang ke rumah Bapa yang telah Dia persiapkan secara khusus.

Rumah Bapa, atau Kerajaan Allah adalah sesuatu yang tidak tergoncangkan. Dunia boleh saja gonjang ganjing, dunia memang tidak abadi, namun Kerajaan Allah adalah sebuah tempat yang tidak akan tergoncangkan dalam kondisi apapun. Penulis Ibrani mengingatkan kita mengenai Kerajaan yang tidak tergoncangkan ini, dan bagaimana kita bisa mendapat bagian di dalamnya. “Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?” (Ibrani 12:25). Kita harus mampu menjaga diri kita agar tetap hidup berkenan di hadapan Tuhan. Jika orang yang tidak mau mendengar saja tidak luput, apalagi kita yang sudah mendengar tapi masih bebal? Penulis Ibrani melanjutkan: “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (ay 26-27). Bumi memang bisa dan akan digoncangkan. Pengayakan akan terjadi, dimana gandum akan dipisahkan dari lalang. Gandum akan dikumpulkan kedalam lumbung, sedangkan lalang akan dilemparkan ke dalam api. (Matius 13:24-30). Bagi “gandum”, yang berbicara mengenai orang-orang percaya yang taat kepada Tuhan, mereka akan masuk ke dalam lumbung Kristus, Kerajaan Allah, yang tidak akan pernah tergoncangkan. “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28). Apa yang dijanjikan Allah untuk kita terima adalah anugerah yang luar biasa. Sebuah tempat di rumah Bapa yang tidak tergoncangkan, tanpa ratap tangis dan dukacita, tanpa penderitaan,penyakit dan berbagai masalah-masalah lainnya seperti yang ada di dunia ini, telah disediakan Kristus bagi kita yang percaya kepadaNya. Untuk itulah kita sudah lebih dari sepantasnya untuk mengucap syukur dan beribadah kepada Tuhan dengan penuh rasa hormat dan takut.

Hal inilah yang diingatkan kepada kita. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18), dan “Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:7b-8). Ini dua hal yang harus selalu menyertai setiap derap langkah kita dalam menjalani kehidupan, agar kita tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh bagian dari Kerajaan yang tidak tergoncangkan itu. Hidup hari ini boleh saja berat, permasalahan boleh bertubi-tubi memukul kita dari segala arah, tapi janganlah pernah lupa untuk bersyukur dan terus tekun dalam beribadah. Karena apa yang dijanjikan Allah sesungguhnya jauh lebih besar daripada segala hal di dunia yang hanya sementara ini. Tidak seperti lahan perumahan yang suatu saat akan mencapai titik jenuh, rumah Bapa masih dan akan tetap tersedia bagi siapapun yang mengikuti firmanNya. Tidak ada keraguan sedikitpun tentang itu. Maka Yesus pun berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14:1). Jagalah diri dan kehidupan kita agar tetap layak dan berkenan di hadapan Tuhan, sehingga kita akan mendapatkan bagian kita di rumahNya kelak.

Jangan biarkan kesempatan untuk beroleh tempat di rumah Bapa melayang akibat keteledoran kita menyikapi hidup

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply