Rubah Kecil yang Merusak Kebun Anggur (2)

0
31

(sambungan)

Seperti yang saya katakan kemarin, rubah bukanlah hewan berukuran besar dan bertubuh perkasa seperti halnya harimau atau beruang. Rubah dewasa ukuran tubuhnya sedikit lebih kecil dari anjing berukuran sedang dan secara umum tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan hewan-hewan buas seperti yang saya sebut tadi. Lantas mengapa Salomo mengacu kepada rubah, bahkan dikatakan rubah-rubah kecil (little foxes) bukan hewan-hewan yang lebih menakutkan bagi kita? Itu menggambarkan kecendrungan kita untuk tidak memperhatikan bahaya dosa-dosa ‘ringan’ yang seolah sepele dan tidak berbahaya. Kita mungkin tidak melakukan dosa-dosa yang tampaknya besar seperti membunuh, merampok, melukai orang lain dengan senjata tajam atau senjata api. Mungkin kita tidak korupsi milyaran atau trilyunan seperti yang sering kita lihat di televisi. Mungkin kita tidak memperkosa secara fisik. Tapi pedulikah kita terhadap ‘duri-duri’ yang berukuran lebih kecil? Kita tidak membunuh atau melukai secara fisik, tetapi kita mengolok-olok, merendahkan, menyebarkan isu-isu terhadap orang lain sehingga kepercayaan atau bahkan gambar dirinya hancur. Kita mungkin tidak memperkosa secara harafiah tetapi kita menyebabkan kerugian terhadap orang lain dengan merampas apa yang bukan milik kita. Kita mungkin tidak korupsi besar-besaran tetapi menghalalkan bentuk-bentuk suap kecil-kecilan dengan dalih uang diluar prosedur dengan dalih uang lelah sebagai pembenaran.

Kita memakai bentuk hukuman dunia untuk menentukan besar-kecilnya dosa, kita awas terhadap yang besar lantas cuek terhadap yang kecil. Padahal dosa dalam ukuran apapun tetaplah merupakan hal yang bisa merusak hubungan kita dengan Tuhan. Jangan lupa pula bahwa dosa-dosa seperti rubah kecil ini jika kita biarkan bisa menjadi awal untuk masuknya dosa-dosa lain yang akan meningkat intensitasnya. Pada suatu saat kita terjerat disana, menjadi terbiasa hidup berkubang dosa dan berujung kepada kebinasaan. Bagai ranting anggur yang kering, yang sudah terpisah dari pohonnya, hanya untuk dikumpulkan, dicampakkan ke dalam api lantas dibakar.

Kita harus sadar bahwa iblis tidak akan suka melihat manusia membangun hubungan yang karib dengan Tuhan, terlebih ketika hubungan anda sedang hangat-hangatnya seperti kebun anggur yang tengah berkembang subur. Iblis sangat benci melihat itu. Jika dosa-dosa yang kita anggap fatal bisa kita hindari, dosa-dosa yang relatif dirasa lebih ringan dan diberi toleransi merupakan pintu masuk iblis untuk menghancurkan kita. Itu merupakan umpan empuk yang mudah ia gunakan. Dalam pepatah dikatakan “karena nilai setitik, rusak susu sebelanga. Dan pepatah ini pun ada padanannya di dalam Alkitab: “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.” (Galatia 5:9). Sedikit kesalahan kecil bisa digunakan iblis untuk merusak tatanan kehidupan dalam Tuhan yang sudah kita bangun dengan tekun selama ini. Karena itulah apabila kita selama ini awas dalam memperhatikan dosa-dosa besar, sekarang kita harus pula waspada pelanggaran-pelanggaran yang mungkin kita anggap sepele. Apapun itu, segala bentuk dosa sama seriusnya di hadapan Tuhan. Kelak dalam penghakiman semuanya harus kita pertanggungjawabkan nanti. Apalagi jika mengingat keberadaan kita sebagai anak-anak terang, tentu kita harus mampu menjaga diri baik-baik agar tidak terjerumus ke dalam kegelapan, seperti yang disebutkan di dalam Matius 12:35. 

Waspadai serangan rubah kecil yang bisa memporak-porandakan kebun anggur anda yang tengah berbuah subur. Rubah-rubah meski berukuran kecil siap menutup pintu surga dan membuat kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keselamatan. Seperti duri, yang kecil dan tampaknya sepele sekalipun bisa sangat menyakitkan dan menghambat langkah kita jika terus dibiarkan. Jika anda masih belum waspada, mulai sekarang waspadalah. Bereskanlah segera apapun yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Berdoalah dan teruslah berjalan dalam tuntunan Roh Kudus agar bentuk penyimpangan sekecil apapun bisa kita hindari sehingga kita tidak perlu menangis menyesal melihat kerusakan dari apa yang sudah kita bangun dengan baik.

Say no to sin, no matter what it is

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here