RS RK Charitas Palembang dengan Gedung Baru untuk Topang Kesehatan Masyarakat

Gubernur Sumatera Selatan (H Alex Noerdin) dan Mgr Sudarso SCJ menandatangani prasasti peresmian RS RK Charitas PalembangGEDUNG  Rawat Jalan RS RK Charitas kini telah berdiri kokoh dan megah. Gedung berlantai sembilan ini baru saja diresmikan Jumat, 8 Agustus 2014 lalu. Memilih tanggal yang bagus untuk pemberkatan dan peresmian bukan tanpa alasan. Angka ini dipilih dengan harapan ke depan rumah sakit ini akan semakin sempurna seperti angka delapan yang sempurna bentuknya. Dalam […]

Gubernur Sumatera Selatan (H Alex Noerdin) dan Mgr Sudarso SCJ menandatangani prasasti peresmian RS RK Charitas Palembang

GEDUNG  Rawat Jalan RS RK Charitas kini telah berdiri kokoh dan megah. Gedung berlantai sembilan ini baru saja diresmikan Jumat, 8 Agustus 2014 lalu.

Memilih tanggal yang bagus untuk pemberkatan dan peresmian bukan tanpa alasan. Angka ini dipilih dengan harapan ke depan rumah sakit ini akan semakin sempurna seperti angka delapan yang sempurna bentuknya.

Dalam sambutannya, Pemimpin Umum Kongregasi Suster-suster Charitas Sr M Henrika FCh mengungkapkan kebahagiaannya. Baginya, hari itu adalah yang dijadikan Tuhan untuk memberkati karya Suster-suster Charitas. Ia juga menjelaskan alasan pemilihan tanggal 8 bulan 8 sebagai hari peresmian dan pemberkatan gedung rawat jalan RS RK Charitas.

“Angka 8 itu adalah angka keberuntungan. Telah 88 tahun RS RK Charitas menjadi berkat bagi banyak orang, karena rumah sakit ini sendiri adalah berkat dari Tuhan. Namun gedung yang mewah, megah ini tidak berarti jika tanpa kemegahan hati untuk melayani,” ujar Sr. Henrika FCh.

Ia pun mengajak semua suster untuk merunduk pada Tuhan dengan hati yang merendah, tidak menyombongkan diri dengan kemegahan gedung baru. Juga terus bekerja sama, agar semakin baik ke depan dan semakin menyebarkan api-api kasih Tuhan.

Senada dengan Sr Henrika FCh, Ketua Yayasan RS RK Charitas Palembang, Sr M Pauline FCh pun mengungkapkan bahwa RS RK Charitas kini telah banyak berkembang. Dalam setiap karya yang dilakukan tak pernah lelah untuk menghadirkan kasih Kristus, khususnya dalam hal pelayanan di bidang medis.

Direktur utama RS RK Charitas, Prof. dr. Hardi Darmawan, MPH&TM, FRSTM, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Rawat Jalan RS RK Charitas tidak lain untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat. Alasan utamanya adalah bertambahnya pasien rawat jalan dan rawat inap serta parkir.

Non profit
RS RK Charitas merupakan rumah sakit non profit. Artinya, tidak berorientasi pada keuntungan. Pelayanan RS RK Charitas berfokus pada pasien dan keselamatan pasien. Karena itu, itu harus dikelola dengan tata kelola yang baik.

Rumah sakit ini pernah mendapat penghargaan sebagai rumah sakit terbaik, peringkat pertama mengalahkan semua rumah sakit yang ada di Indonesia ini. “RS RK Charitas mengutamakan patient center care, sehingga nanti akan ada pelayanan rohani untuk lima agama,” tambah dr Hardi.

Ineke Van de Kar, salah seorang anggota Dewan Jenderal sengaja datang dari Belanda untuk menyaksikan pemberkatan dan peresmian Gedung Rawat Jalan RS RK Charitas bersama tiga anggota dewan lainnya. Ia mengatakan, 88 tahun lalu lima suster datang dari Roosendaal, Belanda, ke Palembang.

Mgr Sudarso memukul gong tanda mulai beroperasinya RS RK Charitas Palembang

Gong berbunyi: Bapak Uskup Agung untuk Diosis Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ memukul gong tanda diresmikannya gedung baru RS RK Charitas di pusat kota Palembang, Sumsel. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Palembang)

“Mereka datang dengan dompet kecil, tapi hati yang besar. Mereka datang untuk melayani dan bekerja dengan hati yang penuh kehangatan. Dulu kongregasinya kecil, tapi sekarang menjadi besar. Begitu pun rumah sakit, dulu kecil sekarang menjadi besar,” ujar Ineke.

Ineke mengatakan, kedatangan mereka untuk memberikan penghargaan atas karya hebat para suster Charitas. Baginya, para suster Charitas telah mencuri hati mereka dan mereka bahagia atas apa saja yang telah dicapai para suster ini.

Usai memberikan sambutan, Ineke menyerahkan sertifikat pengakuan secara resmi dari pemerintah Belanda atas kepemilikan tanah oleh Suster-suster Charitas.

Tuhan melayani manusia
Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ mengucapkan selamat dan profisiat kepada Suster-suster Charitas dan keluarga besar RS RK Charitas yang begitu cepat memulai karya di gedung baru. Beliau juga mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan salah satu ungkapan bahwa Tuhan melayani manusia yang mengalami keterbatasan.

Bapak Uskup berharap, meski banyak tantangan ke depan, RS RK Charitas dengan gedung yang baru akan tetap bekerja sama dalam melayani. “Bersama-sama menghadapi masalah kemanusiaan dan mengatasinya dalam hal ini masalah kesehatan,” tandas Bapak Uskup.

Kebersamaan pejabat negara dan Gereja: Gubernur Provinsi Sumsel Alex Noerdin (kedua dari kanan) menyediakan diri berfoto bersama dengan Uskup Agung Keuskupan Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Provinsial Suster-Suster Charitas Sr. Henrika FCJ, dan Direktur RS RS Charitas Prof. Dr. Hardi Dharmawan. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Orang nomor satu di Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin ikut hadir dalam peresmian
Gedung Rawat Jalan RS RK Charitas ini. Dalam sambutannya, Alex Noerdin mengatakan bahwa dirinya lahir di rumah sakit ini. Ia mengaku senang dengan adanya gedung rumah sakit baru ini.

“Rumah sakit ini ikut menopang sektor kesehatan di Sumatera Selatan. Saya baru tahu kalau rumah sakit ini adalah rumah sakit non profit. Kalau saya tahu dari dulu, kami akan bantu,” ujar Alex.

RS RK Charitas menjadi rumah sakit non profit. Untuk pasien kelas atas atau yang berduit biasanya membayar mahal. Ini untuk membantu mensubsidi pasien yang miskin. Alex Noerdin mengaku bangga dan mengapresiasi hal ini.

Dewan pimpinan Charitas Belanda menyerahkan Sertifikat Pengakuan kepada Dr Hardi (direktur RS RK Charitas Palembang)

“Selamat kepada Charitas atas perjuangan yang luar biasa. Tidak mementingkan diri, tetapi melayani dengan kasih. Memang In Omnibus Charitas,” kata Alex mengakhiri sambutannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Alex Noerdin dan Mgr Aloysius Sudarso SCJ, kemudian pemukulan gong dan pengguntingan pita sebagai tanda bahwa Gedung Rawat Jalan RS RK Charitas resmi beroperasi.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply