RS Panti Bhaktiningsih dan Sekolah Charitas bagi Masyarakat Ogan Komering Ulu

Usai Penandatanganan Prasasti Bupati Ogan Komering Ilir Timur dan Mgr Sudarso SCJ serta Ineke (Dewan Pimpinan Umum Charitas Belanda) bergambar bersama okRABU (6/8/2014) awal Agustus lalu merupakan hari bahagia bagi keluarga besar Charitas, Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan. Tidak hanya itu, kebahagiaan ini juga dialami oleh umat katolik dan masyarakat di salah satu daerah penghasil beras di Sumatera Selatan ini. Beginilah disimbolkan: dua janur kuning tergantung di samping gerbang gedung baru rumah sakit. Hari itu diadakan […]

Usai Penandatanganan Prasasti Bupati Ogan Komering Ilir Timur dan Mgr Sudarso SCJ serta Ineke (Dewan Pimpinan Umum Charitas Belanda) bergambar bersama ok

RABU (6/8/2014) awal Agustus lalu merupakan hari bahagia bagi keluarga besar Charitas, Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan. Tidak hanya itu, kebahagiaan ini juga dialami oleh umat katolik dan masyarakat di salah satu daerah penghasil beras di Sumatera Selatan ini.

Beginilah disimbolkan: dua janur kuning tergantung di samping gerbang gedung baru rumah sakit.

Hari itu diadakan pemberkatan dan peresmian gedung baru Rumah Sakit Panti Bhaktiningsih dan Sekolah Charitas. Bertepatan pada Pesta Transfigurasi Yesus, hari bahagia ini disyukuri dengan Perayaan Ekaristi. Sebelum merayakan Ekaristi, dilakukan pemberkatan gedung rumah sakit dan sekolah.

Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ yang didampingi oleh Romo Nico van Stekelenburg SCJ dan Romo Paulus Sarmono SCJ. Sebanyak delapan orang imam lainnya turut berkonselebrasi dalam perayaan syukur ini.

Dalam perayaan yang dihadiri oleh sekitar 750 umat ini, Mgr. Sudarso SCJ menyampaikan beberapa nasihatnya, terkait dengan gedung rumah sakit dan sekolah yang baru. Nasihat ini disampaikan dalam homilinya.

Maket buatan Tuhan
Sebelum membangun sebuah bangunan, terkadang arsitek membuat maket terlebih dahulu. “Untuk apa?

“Untuk memudahkan orang melihat bagaimana final bangunan dalam bentuk kecil, maket. Demikian juga dalam kehidupan ini. Transfigurasi Yesus membantu kita untuk mengerti final kehidupan kita, seperti yang dialami Yesus,” tutur Mgr Sudarso SCJ.

RS Charitas Mgr Sudarso memberkati salib-salib saat memimpin pemberkatan RS Panti Bhaktiningsih Charitas Belitang Sumatera Selatan

Pemberkatan salib: Uskup Agung Keuskupan Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ memberkati salib tanda kehadiran dan penyelamatan Tuhan di kompleks RS Panti Bhaktiningsih di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Ia mengatakan bahwa dengan percaya pada Tuhan Yesus akan memberikan kehidupan seperti transfigurasi-Nya. Umat yang hadir diajak untuk melihat maket kehidupan. Caranya dengan menghayati hidup dan pelayanan.

Menurut Mgr.  Sudarso SCJ, karya adalah realisasi dari harapan Tuhan Yesus. Demikian pula dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang diemban oleh para suster dari Kongregasi Santo Fransiskus Charitas, keluar dari pusat hati Gereja Katolik.

Charitas Para siswa-siswi SMP Charitas Belitang memenuhi halaman saat SMP ini hendak diberkati

Bangunan megah Sekolah Charitas di Ogan Komering Ulu: Inilah postur bangunan sekolah Charitas di OKU yang ikut diresmikan oleh Bupati OKU Herman Deru bersama Bapak Uskup Keuskupan Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, awal Agustus 2014. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

“Karena hati Gereja beriman akan Yesus Kristus. Yesus mencintai anak-anak, menyembuhkan orang sakit, dan mengampuni orang berdosa. Jiwa ini harus hidup, agar pelayanan kita melalui gedung baru ini, dapat menampakkan Yesus yang menyembuhkan orang banyak,” nasihat Monsinyu.

Peran RS dan sekolah baru
Gedung yang baru dan bagus tidak bermaksud membatasi orang yang datang. “Gedung ini hendaknya menampakkan karya Tuhan Yesus. Masih banyak orang yang menderita. Mereka membutuhkan Tuhan,” tandas Mgr. Sudarso SCJ.

Gedung megah ini harus menjadi media perluasan hati para suster Kongregasi St Fransiskus Charitas dan umat Katolik. Hati ini diberikan kepada mereka yang sakit dan menderita.

“Inilah yang membedakan rumah sakit Katolik dengan yang lain, yaitu memberikan perhatian,” tutur Mgr Sudarso SCJ.

Untuk itu, pelayanan di Rumah Sakit Panti Bhaktiningsih harus menghadirkan Tuhan. Mereka yang sakit harus dituntun untuk dekat kepada Sang Maha Pemberi Hidup. Tujuannya agar pasien tidak hanya sembuh secara fisik, melainkan menemukan Tuhan.

“Dengan demikian, mereka akan menemukan transfigurasi Yesus yang meneguhkan mereka. Kalau kita setia, maka kita akan menemukan Yesus. Kalau hidup seperti ini, yakinlah ini kehidupan yang direstui Bapa,” tutur Bapak Uskup.

Terimakasih
Dalam homilinya, Mgr.  Sudarso SCJ berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Dewan Jenderal Kongregasi Suster-suster St Fransiskus Charitas di Roosendaal, Belanda. Ia berterima kasih atas dukungan pembangunan gedung rumah sakit dan Sekolah Charitas.

Di akhir homilinya, Mgr. Sudarso SCJ mengucapkan selamat kepada keluarga besar Charitas.

Bupati Ogan Komering Ilir Timur (H Herman Deru) siap memotong pita pembukaan RS Panti Bhaktiningsih Charitas Belitang

Diresmikan oleh Bupati Ogan Komering Ulu: Herman Deru yang kini menjabat Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggunting pita tanda diresmikannya RS Panti Bhaktiningsih di OKU. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

 
Charitas Marching Band SMP Charitas Belitang menyambut kehadiran para tamu

Tetamu agung dari Negeri Belanda: Sejumlah tamu mewakili Dewan Charitas dari Roosendaal Belanda datang berkunjung saat dilakukan peresmian RS Panti Bhaktiningsih di Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumsel, awal Agustus 2014. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

“Selamat kepada keluarga besar: tuan dan nyonya yang mewakili Dewan Jendral Kongregasi Charitas yang telah membantu karya Gereja dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan. Terima kasih atas dukungan dalam mewujudkan harapan Yesus, yang masih berkeliling menyembuhkan orang-orang. Selamat dan bahagia!” kata Mgr.  Sudarso SCJ.

Kredit: Sekolah Charitas dan RS Panti Bhaktiningsih di OKU, Sumsel. (Dok. Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply