Romo, Ariflah kalau Makan-minum

Makanan di meja by victoria hotel“Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.” (Luk 10, 7) SAAT  itu Perayaan Natal. Romo Paroki harus melayani Misa Natal sebanyak tiga kali dalam satu hari secara berturut-turut. Setelah misa selesai, dilanjutkan dengan kunjungan umat. Di situ tuan rumah selalu menghidangkan […]

Makanan di meja by victoria hotel

“Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.” (Luk 10, 7)

SAAT  itu Perayaan Natal. Romo Paroki harus melayani Misa Natal sebanyak tiga kali dalam satu hari secara berturut-turut. Setelah misa selesai, dilanjutkan dengan kunjungan umat. Di situ tuan rumah selalu menghidangkan makanan kecil maupun makan besar.

Dengan alasan untuk menghormati dan menyenangkan tuan rumah, Romo Paroki menikmati semua makanan yang dihidangkan dengan lahap, dari satu keluarga ke keluarga yang lain. Saya heran dan kagum dengan sikap baiknya untuk menghormati dan menyenangkan umat beriman. Sampai-sampai Romo tersebut tidak memperhitungkan kemampuan perutnya.

Dalam perjalanan pulang, kami sempat berhenti beberapa kali, karena si Romo tersebut muntah-muntah di jalan. Menikmati makan dan minum yang diberikan orang adalah hal yang baik. Rezeki atau pemberian tidak boleh ditolak dan disia-siakan. Dan dalam kesempatan seperti itu, tuan rumah biasanya mempersiapkan hidangan, makan dan minum dengan sekuat tenaga dan kemampuan.

Banyak keluarga harus berbelanja lebih agar bisa menyiapkan hidangan yang pantas bagi romo dan rombongannya. Tuan rumah pasti merasa senang, gembira dan bombong kalau para tamu menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan.

Usaha dan jerih payahnya sungguh dihargai. Sebaliknya, tuan rumah biasanya kecewa, dongkol dan marah, kalau para tamu tidak mau menikmati apa yang mereka hidangkan. Melirikpun tidak, apalagi menikmatinya. Hidangan makanan dan minuman merupakan salah satu dari berbagai usaha dan jerih payah manusia bagi sesama.

Menghargai usaha dan jerih payah orang lain memang sering tidak mudah. Dibutuhkan kesediaan untuk menerima banyak hal apa adanya; dibutuhkan penyangkalan diri, karena apa yang diberikan orang lain sering tidak selaras dengan yang kita inginkan dan kita maui.

Penghargaan terhadap usaha dan jerih payah orang lain bahkan menuntut suatu pengorbanan diri.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Foto kredit: Ilustrasi (Victoria Hotel)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply