Romansa

Ayat bacaan: Kidung Agung 1:15-16
===========================
“Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.”

romansa, mengasihi istri, menghormati suami, romantis

“Everyday you grow even lovelier, yes, you do, my darling, you do. I love you every day of your life, cause love looks so well on you.” Ini penggalan sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra, yang tadi malam tiba-tiba terngiang di telinga saya. Iseng-iseng saya memakainya sebagai status di sebuah situs jejearing. Ternyata dalam waktu singkat, ternyata status saya itu mendapat tanggapan dari banyak orang. Di antara mereka bahkan ada yang langsung mengatakan minta dicarikan orang yang mau mengatakan demikian secara khusus kepadanya. Kebutuhan akan dicintai adalah kebutuhan semua orang tanpa terkecuali. Dalam menghadapi sulitnya hidup dan berbagai kesibukan yang menyita waktu, tampaknya ada banyak orang yang tidak lagi memiliki cukup waktu untuk menyatakan cintanya secara romantis. Memang ada banyak bentuk yang bisa kita pergunakan untuk mengapresiasikan sebentuk cinta dan kasih kepada orang lain. Ada banyak orang yang menganggap bahwa cinta cukup ditujukan lewat perbuatan dan bukti nyata, tapi kelihatannya sebuah ungkapan perasaan, romansa lewat kata-kata indah pun menjadi kerinduan banyak orang. Gombal? Mungkin, jika tidak disertai bukti nyata. Namun bukti nyata tanpa disertai kata-kata yang membahagiakan hati dari orang yang kita cintaipun bisa membuat semua itu terasa kering.

Banyak rumah tangga yang cenderung lebih dipenuhi oleh kritik, adu argumentasi, saling menyalahkan dan sebagainya ketimbang mengisinya dengan kasih yang indah. Betapa mudah bagi kita untuk menegur dan mengkritik ketika ada yang tidak tepat, namun sulit bagi kita untuk memuji ketika mereka melakukan sesuatu yang baik. Banyak suami istri yang kemudian menjadi semakin dingin, menjalankan segala sesuatu sebagai rutinitas semata. Semua terasa biasa-biasa saja, semua terasa datar. Flat. Ada banyak yang menganggap waktu untuk mengucapkan cinta dan menyatakan kasih dalam serangkaian ucapan tulus dari hati tidak harus buru-buru dilakukan. Nanti saja, sekarang masih terlalu sibuk. Atau mungkin semuanya telah dingin sehingga kata-kata cinta menjadi sesuatu yang begitu berat untuk dikeluarkan. Padahal tidak ada seorangpun yang tahu berapa lama kita memiliki waktu untuk menyatakannya. Berapa lama lagi kita ada di dunia ini, hanya Tuhan yang tahu.

Begitu indahnya hubungan cinta yang tertuang sepanjang Kidung Agung. Kitab ini dipenuhi banyak pujian puitis antara sepasang kekasih. Saya menangkapnya sebagai pesan betapa pentingnya ungkapan kasih lewat rangkaian ungkapan yang diutarakan secara langsung lewat perkataan, tulus dari hati. Hal itu penting di mata Tuhan. Lihatlah ayat hari ini yang begitu puitis menggambarkan pernyataan cinta secara lisan. “Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.” (Kidung Agung 1:15-16). Dalam versi BIS tertulis “Engkau cantik jelita, manisku, sungguh cantik engkau! Matamu bagaikan merpati. Engkau tampan, sayang, sungguh tampan engkau! Petiduran kita di rumput hijau.” Cinta adalah bentuk anugerah Tuhan yang begitu indah. Nyala api cinta begitu membara, sehingga dikatakan air pun tidak mampu memadamkan api cinta. “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.” (8:7) Jika cinta yang dianugerahkan Tuhan kepada kita begitu besar, seharusnya hal itu akan memenuhi hati kita, dan dari hati, ungkapan cinta kasih itu pun seharusnya keluar dari mulut. Jika yang lebih banyak keluar justru kemarahan, hinaan, sindiran dan pertengkaran, berarti ada yang masih harus dibenahi dari diri kita.

Sebuah pernikahan adalah hubungan yang langsung dimateraikan Tuhan. Dan dari hubungan dua orang yang menjadi satu, diharapkan lahir keturunan-keturunan Ilahi. (Maleakhi 2:14-15). Karenanya sebuah hubungan yang langsung dimateraikan Tuhan ini merupakan sebuah ikatan istimewa yang harus kita jaga dengan baik. Saling mengasihi, saling menyayangi, itu sudah seharusnya menjadi gaya hidup di dalam sebuah keluarga. Dalam Kolose dikatakan: “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Kolose 3:18-19). Bagi para suami pun diingatkan agar mengasihi istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya. (Efesus 5:25). Nanti dulu mengenai masalah memuji dan menyatakan cinta lewat kata-kata romantis. Jika yang keluar hanyalah kritik, omelan, emosi dan hinaan, itu sama sekali tidak mencerminkan apa-apa dari bentuk kasih Kristus kepada kita.

Menyatakan cinta lewat tindakan nyata itu tentu baik. Para pria bekerja dengan giat untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Istri mengurus rumah tangga dengan baik. Keduanya saling memenuhi kewajiban dasar, “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.” (1 Korintus 7:3). Tapi alangkah indahnya jika hubungan yang dimateraikan langsung oleh Tuhan ini juga dijaga kehangatannya lewat kata-kata, ungkapan rasa cinta dan kasih yang penuh romansa. Ungkapan cinta, penghargaan dan pujian pun menjadi hal yang sangat penting. Jangankan manusia, Tuhan pun merindukan bentuk ucapan bibir yang penuh ucapan syukur untuk memuliakan namaNya. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” (Ibrani 13:15). Lewat perbuatan langsung dan bukti nyata, itu baik. Namun alangkah lebih baik lagi jika disertai dengan ucapan cinta lewat perkataan. This will definately spice up your relationship. Ungkapan rasa cinta kasih, pujian dan penghargaan mampu memperkuat hubungan dan menjaga kehangatannya. Manusia akan tetap membutuhkan sebuah ungkapan rasa cinta lewat perkataan langsung dari mulut orang yang punya arti penting dalam hidup mereka. Sedikit banyak hal ini akan memberi rasa bahagia dan dikasihi. Kapan terakhir kali anda mengungkapkan rasa cinta anda kepada pasangan anda? Kapan terakhir kali anda memujinya? Jangan tunda lagi. Kita tidak tahu berapa lama lagi kita punya kesempatan untuk bersama pasangan kita. Mari, nyatakan hari ini kepadanya betapa kita mencintainya, dan bersyukurlah kepada Tuhan karena anda telah dianugrahi seorang pendamping yang sungguh luar biasa.

Katakan cinta anda hari ini kepada pasangan anda sebelum semuanya terlambat

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply