Robohkan Tembok Pemisahmu agar Komunikasi Sejati Terjadi

greatwall china“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” (Ef 2, 14) TEMBOK pemisah merupakan bangunan pembatas yang telah lama dikenal dan dibangun di banyak tempat. Tembok pemisah yang masih dikenal adalah Tembok Besar China; Tembok Berlin, yang memisahkan antara Berlin Barat dan Berlin Timur; tembok […]

greatwall china

“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” (Ef 2, 14)

TEMBOK pemisah merupakan bangunan pembatas yang telah lama dikenal dan dibangun di banyak tempat. Tembok pemisah yang masih dikenal adalah Tembok Besar China; Tembok Berlin, yang memisahkan antara Berlin Barat dan Berlin Timur; tembok pemisah antara Israel dan Palestina dan tembok pemisah lainnya.

Tembok pemisah dibangun untuk memisahkan dua negara atau dua kota atau dua daerah. Tembok pemisah biasanya berfungsi sebagai alat pertahanan sebuah negara atau daerah dari berbagai ancaman musuh. Tembok pemisah membuat pemisahan antar kelompok orang berdasarkan perbedaan ideologi atau suku.

Tembok pemisah juga mengubah pola-pola relasi antar keluarga di dalam masyarakat: relasi yang semula ‘dekat’ menjadi ‘jauh’.

Demikian juga, pola-pola komunikasi juga berubah dengan adanya tembok pemisah: komunikasi yang semula hangat dan bersahabat berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tembok pemisah memang berkaitan erat dengan permusuhan atau perseteruan. Tembok pemisah rupanya tidak hanya berati tembok fisik seperti terdapat di Timur Tengah, Jerman atau China.

Tembok pemisah juga terdapat di tengah-tengah kehidupan masyarakat atau di tengah kehidupan umat beragama yang saling bermusuhan. Konflik dan permusuhan merupakan kenyataan yang mudah ditemukan dalam lingkup keluarga, komunitas, paguyuban, organisasi, kelompok etnis, kelompok adama, dsb.

Relasi terputus, komunikasi mampet karena ada tembok pemisah antar dua pribadi atau dua kelompok yang berseteru. Yang ada hanyalah keinginan untuk menyerang, menghancurkan balas dendam atas dasar kebencian dan rasa tidak suka.

Relasi dan komukasi antara manusia dengan Allah pun pernah terputus oleh tembok pemisah, karena manusia jatuh ke dalam dosa. Yesus datang dan meruntuhkan semua tembok pemisah: yang memisahkan manusia dengan Allah maupun yang memisahkan manusia dengan sesamanya.

Runtuhnya tembok pemisah membuat manusia mengalami damai sejahtera, karena manusia mengalami kesatuan, baik kesatuan dengan Allah maupun dengan sesamanya.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi Tembok China (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply