Reuni Singkat Penuh Berkat

Persabatan

UNTUK  Mas Heru Hardoyo

Hera-heru lahar sedaya,
itulah makna namamu
karena tangis pertamamu di Bumi disambut letusan Merapi…

Geger kacau cemas gelisah itu hera-heru dan hardoyo sambungannya oleh sebab lahar meleleh mengalir ada di mana-mana…

Syukurlah dikau Selamat dan Hardoyo kata indah kedigdayaan Jiwa…
yang Sentosa… Kala itu….
di Desamu

Lain dikau lain daku,
sebab sejak kecil aku disebut digdaya bukan karena kejayaan melainkan karena sekujur-seluruh ragaku penuh dengan gudhik sedaya…
tersingkat digdaya terpanjangkan saawak gudhik sedaya…
gudhik itu koreng bekas luka-luka yang tak kunjung sembuh
maka demi kesembuhan itu aku pun dimandikan cahaya Matahari Pagi setiap hari…. Kala itu…
di Desaku

…. aku pun bahagia boleh berjumpa kau dalam reuni singkat Kita sesaat setelah pentahbisan Sahabat kita menjadi Gembala Umat
malam itu…
di Tanah Pasundan

…. aku bahagia sebab Kaulah penyelamat rahmat Panggilanku di tahun 1989 saat hera-heru lahar sedaya melanda kawah candradimuka panggilan Kita

…. walau dikau memilih kembali ke jalan yang benar sehari setelah penyelamatanMu bagiku yang tetap menempuh jalan lurus yang penuh gelombang menuju Imamat… Kala itu….
di Jalan Jangli Dua Kota Lunpia

Namun sama-samalah Kita melabuh di pantai Kebahagiaan yang disediakan-Nya… Saat ini
di mana pun kau dan aku berada

Salam Kawista Rembang dan Eropa yang mengalirkan air kata-kata di Sultan Agung Dua Kota Kembang…

kuuntai ulang catatan reuni ini dari girli Kebon Dalem
28.08.2014

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: