Restored!

Ayat bacaan: Mazmur 80:20
=========================
“Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.”

restored, dipulihkan, pemulihan

Penggemar game terutama RPG (Role Playing Games) tentu tidak asing lagi dengan life bar seperti contoh gambar di samping. Ketika sang jagoan terus menerus berhadapan dengan musuh yang tidak kunjung habis kemudian terluka sedikit demi sedikit, life bar akan terus berkurang. Jika life bar itu mendekati habis, resikonya jelas. Jagoan kita akan terkapar, mati dan game over. Dalam setiap game tentu disediakan benda-benda di tempat-tempat tertentu yang bisa me-restore life bar secara full dalam sekali pakai. Dan jagoan kita pun akan memiliki life bar yang penuh seketika, sehingga sang jagoan bisa melanjutkan petualangannya dengan tenaga baru.

Dalam hidup ini, kita seringkali terus menerus “cedera” dihantam berbagai problema kehidupan. Terkadang begitu intens, silih berganti bahkan diserang kiri kanan sekaligus, sehingga “life bar” kita pun bisa menyusut. Jika keadaan dibiarkan berlarut-larut, kita bisa kehilangan tenaga untuk berjuang dan mulai putus pengharapan. Saya pernah mengalami hal ini ketika menghadapi ibu saya yang sedang sakit keras. Setiap hari saya dilanda kecemasan, dan saya butuh orang yang bisa menguatkan saya. Saya tidak bisa mengharapkan itu dari ayah dan adik saya yang juga sama-sama dalam keadaan tertekan. Biaya pengobatan membengkak, namun kondisi ibu tidak kunjung membaik. Ayah dan adik saya kemudian mengambil jalur okultisme, sedangkan saya terus dengan prinsip saya untuk menyerahkan segalanya pada Tuhan. Bisa dibayangkan, akhirnya saya pun akhirnya mulai merasa sendirian menghadapi itu. Kekasih saya tidak bisa berada di samping saya karena kuliah di kota lain. Saat itu saya butuh keberadaannya untuk menguatkan saya, namun itu tidak bisa saya dapatkan. Perlahan saya pun mulai breakdown. Sedih, takut, kesal, emosi, lelah, dan sebagainya datang serentak menghantam saya dari segala sisi. Saya mulai kehilangan harapan, tenaga dan kemampuan untuk bertahan. Dan “life bar” saya pun menyusut drastis. Pada suatu subuh ketika saya sudah 3 hari tidak bisa tidur, tiba-tiba sebuah sinar luar biasa terang menyilaukan mata saya dalam kamar. Begitu terangnya sehingga ketika saya memejamkan mata pun cahaya itu masih terasa menyilaukan. Lalu saya merasa seperti ada sebuah selimut besar melingkupi saya. Apa yang saya rasakan waktu itu? Rasa damai luar biasa. Bayangkan rasa damai luar biasa hadir dalam sebuah pelukan sangat hangat disaat saya sedang dalam keadaan sangat kalut. Dan tanpa sadar saya kemudian menangis sejadi-jadinya. Dan selimut besar itu seolah memeluk saya semakin erat. Sinar terang pun masih menerangi ruangan. Sekitar 15 menit saya merasakan itu, dengan keadaan selimut besar itu masih melingkupi saya, saya pun tertidur dengan damai. Saya bangun keesokan harinya dengan segar, penuh tenaga baru untuk kembali bergumul dengan situasi kritis ibu saya.

Ini sebuah kesaksian saya dari 6 tahun yang lalu. Pada pagi ini ternyata saya temukan ayatnya dalam Alkitab, yang persis sama dengan apa yang saya alami. Demikian kata pemazmur: “Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” (Mazmur 80:20). “Restore us, O Lord of hosts…” Ya, dalam keadaan begitu tertekan, Tuhan mampu memulihkan kita secara penuh dalam seketika. Ada saat-saat dalam hidup kita, dimana masalah yang bertubi-tubi akan terus melemahkan kita. Itu wajar. Life without a problem is not a life at all. Masalah-masalah itu bisa mencabik-cabik kita hingga kita lama-lama habis, namun lihatlah, Tuhan mampu memulihkan kita! He can restore us! Seperti apa Tuhan memulihkan kita? Lihat ini: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku (He refreshes and restores my life).” (Mazmur 23:1-3a).

Jika anda mengalami hal yang sama hari ini, ingatlah bahwa justru kelemahan-kelemahan itu bisa menjadi lahan subur buat Tuhan untuk menyatakan keajaibanNya. Hal itu pun disadari oleh Paulus, yang berkata: “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:10). Kita punya Allah yang jauh lebih besar dari masalah. Kita punya Allah yang sanggup memulihkan “life bar” kita seketika. Mungkin bukan masalah kita yang langsung selesai, tapi bukankah kekuatan untuk mampu menghadapi masalah pun sangat kita butuhkan? Datanglah padaNya, biarkan sinarNya menerangi jiwa kita. And then.. you’re restored!

God can restore us with His amazing shine

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply