Restore

Ayat bacaan: Mazmur 80:8
=====================
“Restore us again, O God of host; and cause Your face to shine, and we shall be saved!” (English AMP)

restore, pulih

Pada suatu kali saya pernah membuang sebuah program yang rasanya tidak lagi saya perlukan dari komputer. Ternyata dalam proses uninstall itu ada sebuah driver penting di dalam komputer saya yang ikut lenyap terbuang bersama program itu. Akibatnya komputer saya pun tidak lagi berfungsi secara normal. Untunglah ada fasilitas restore dalam Windows yang memungkinkan saya untuk mengembalikan settingan komputer seperti keadaan terakhir yang sudah dibackup. Beberapa data terbaru hilang, tetapi setidaknya komputer kembali berjalan dengan lancar. Tidak pernah ada kata aman dalam berselancar di dunia maya dan menggunakan perangkat komputer. Setiap saat ada saja kejadian dimana kita berharap kita bisa kembali ke waktu lampau ketika komputer kita masih berjalan normal. Entah itu virus, spyware atau kesalahan-kesalahan teknis yang mengakibatkan terjadinya system crash pada software kita. Fasilitas restore terbukti sungguh membantu dalam mengatasi situasi-situasi seperti itu. Saya berpikir, alangkah baiknya apabila dalam hidup kita pun tersedia sistem restore seperti ini. Jika kita membuat kesalahan, maka kita cukup kembali kepada masa lalu sebelum kesalahan itu terjadi, turn back the clock and go back to the state when everything was still fine. Seperti halnya perangkat komputer, dalam menjalani kehidupan pun ada kalanya kita mengalami “System crash” akibat satu dan lain hal. Kita tidak bisa mengulang waktu. Sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi dengan memundurkan waktu. Dalam hidup ini, kita bisa saja sekali waktu terus menerus dihajar berbagai problema kehidupan. Terkadang begitu intens, silih berganti bahkan diserang kiri kanan sekaligus, sehingga kita pun memerlukan restore sebelum terlanjur ambruk berantakan. Tetapi benarkah kita tidak bisa mengalami restore? Ternyata Alkitab berkata bisa. Tuhan pun ternyata memberikan sebuah restorasi atau pemulihan yang menunjukkan bahwa Dia mengerti benar betapa tidak sempurnanya kita sebagai manusia.

Pemazmur pernah mengalami situasi yang kurang lebih sama. Tekanan demi tekanan menerpa sehingga sebagai manusia biasa ia pun berada dalam situasi yang sulit. Lihatlah bagaimana Pemazmur kemudian berseru: “Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” (Mazmur 80:8). “Restore us again, O God of host; and cause Your face to shine, and we shall be saved!” Demikian bunyinya dalam versi Bahasa Inggris. Pemazmur tahu bahwa Tuhan mampu memulihkan keadaan seperti sedia kala, tidak peduli seberapa sulit situasi yang tengah dihadapi saat ini. Kembali dalam ayat terakhir pada pasal ini kita bisa membaca seruan yang sama: “Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” (ay 20). Seruan “restore” kembali disampaikan karena ia paham betul bahwa Tuhan mampu melakukannya. Dalam beberapa kesempatan lain dalam kitab Mazmur pun kita bisa menemukan hal ini. Misalnya seruan doa agar Tuhan kembali memulihkan kegirangan: “Restore to me the joy of Your salvation and uphold me with a willing spirit” (Mazmur 51:14). Tetapi bukan hanya seruan permohonan saja yang bisa kita lihat, melainkan juga seruan kesaksian setelah mengalaminya. Lihatlah ayat berikut: “Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Engkau memulihkan tanah milik-Mu yang gersang” (68:10), dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “..You DID restore..” yang artinya sang Penulis sudah mengalami sendiri bagaimana ajaibnya pemulihan Tuhan yang turun atasnya.

Dalam keadaan begitu tertekan, Tuhan mampu memulihkan kita secara penuh dalam seketika. Ada saat-saat dalam hidup kita, dimana masalah yang bertubi-tubi akan terus melemahkan kita. Seperti itulah memang hidup ini. Life without a problem is not a life at all, demikian kata bijak yang pernah saya baca, dan itu memang benar. Kita bisa kapan saja bertemu dengan masalah. Ada kalanya masalah-masalah itu bisa mencabik-cabik kita hingga kita lama-lama kehabisan nafas serta tenaga dalam menghadapinya. Namun lihatlah, Tuhan mampu memulihkan kita! He can restore us! Seperti apa Tuhan memulihkan kita? Lihat ini: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku (He refreshes and restores my life).” (Mazmur 23:1-3a). Itu bisa disediakan Tuhan. Betapa melegakannya jika kita tahu bahwa Tuhan bisa mengangkat kita keluar dari timbunan masalah lalu menempatkan kita di sebuah padang rumput hijau dengan aliran air yang tenang dan sejuk. Bukankah itu yang kita inginkan ketika kita tengah didera pergumulan atau situasi penuh masalah?

Tuhan tahu bagaimana sulitnya kita menjalani hidup, Dia pun tahu bahwa sebagai manusia yang tidak sempurna ada kalanya kita melakukan kesalahan. Salah langkah, salah keputusan, salah bersikap atau kesalahan-kesalahan lainnya. Situasi bisa jadi sudah sulit untuk diperbaiki menurut pikiran kita, atau bahkan rasa-rasanya tidak mungkin lagi. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan bisa merestorasi atau memulihkan kita sepenuhnya, mengembalikan kita ke dalam jalur yang benar dengan kuasaNya yang tidak terbatas. Kita harus ingat Alkitab sudah berkata bahwa justru kelemahan-kelemahan itu bisa menjadi lahan subur buat Tuhan untuk menyatakan keajaibanNya. Hal itu pun disadari oleh Paulus, yang berkata: “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:10). Kita punya Allah yang jauh lebih besar dari masalah. Dia sanggup memulihkan kita seketika. Mungkin bukan masalah kita yang langsung selesai, tapi bukankah kekuatan untuk mampu menghadapi masalah pun sangat kita butuhkan? Datanglah padaNya, biarkan sinarNya menerangi jiwa kita. And then.. you’ll be restored!

God can restore you with His shine

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: