Renungan Pagi: Tanggal 1 Suro

kungkum by balitra

SELAMAT  pagi saudara-saudari seiman. Happy week end di 1 Suro.

Bagi orang Jawa, tanggal 1 Suro merupakan hari penting. Sebab, tanggal  1 Suro menjadi tahun baru untuk pengharapan baru. Tanggal 1 Suro dijadikan hari kramat/suci untuk mencari kesaktian dan kesucian. Ada banyak hal dilakukan orang pada 1 Suro ini demi mendapatkan kesaktian dan kesucian, antara lain; kungkum, semedi, sesajen, dan ziarah ke makam-makam kuno.

Apakah tradisi itu baik? Tradisi itu baik untuk menghormati kebudayaan. Namun bagi orang beriman Katolik, kesucian dan kesaktian sudah terpenuhi dalam Ekaristi.

Apakah orang Katolik tidak boleh merayakan tanggal 1 Suro?

Orang Katolik boleh merayakan tanggal  1 Suro sebagai penghormatan kebudayaan, bukan sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kesucian. Oleh karena itu, Gereja mengadopsi tanggal 1 Suro dalam Teologi Inkulturasi. Pusatnya tetap Ekaristi, hanya memasukkan kebudayaan 1Suro dalam Ekaristi. Umat beriman menimba kesucian, kesaktian, dan berkah dari Tuhan Yesus sendiri yang sungguh menjadi perutusan Allah.

Sabda Tuhan hari ini menggambarkan pertobatan manusia. Pertobatan katolik merupakan cara menemukan kesucian. Orang tidak perlu semedi di goa. Orang bertobat akhirnya sampai pada hidup suci Kristiani sesuai dengan ajaran Yesus Kristus.

“Jika kalian tidak bertobat, kalian akan binasa”. Sabda Yesus ini mengajak kita untuk menemukan kesucian rohani kristiani. Tinggalkan cara hidup menyembah hal-hal mistis yang tidak jelas arahnya. Namun, Hidupilah cara hidup pertobatan sesuai ajaran Yesus Kristus Sang Juru Selamat.

Feel free untuk meninggalkan cara hidup lama dan menghidupi cara hidup Yesus.

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: