Saat Thomas Percaya

0
43

thomas rasul

Berserulah, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Kamis 03 Juli 2014
Pesta St. Tomas, Rasul
Efesus 2:19-22;  Mzm 117:1-2; Yohanes 20:24-29

“Tomas menjawab Yesus: Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28)

HARI ini adalah hari pesta iman salah satu dari dua belas murid Yesus yang disebut rasul, yakni St. Tomas Rasul. Ada hal yang unik dari proses beriman St. Tomas Rasul kepada Yesus yang bangkit dari alam maut. Salah satu tanda bahwa Yesus bangkit dari alam maut adalah penampakan-Nya kepada para rasul.

Kisah tentang Tomas sudah sangat kita kenal, bahkan hafal! Dalam salah satu penampakan Yesus kepada para rasul, St. Thomas tidak sedang berada bersama kawan-kawannya. Maka, kawan-kawannya mulai bersaksi bahwa Yesus telah bangkit dan menampakkan diri kepada mereka. Sikap Tomas aneh. Dia tidak percaya. 

Mari kita rasakan suasana hati Tomas. Bisa jadi, ketika ia mendengar kesaksian kawan-kawannya, bahwa Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada mereka dan Tomas pas tidak ada; maka, Tomas jengkel. Mungkin Tomas juga iri dan marah. Makanya dia berkata, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” 

Dan Yesus, Yesus tidak memarahi Tomas! Yesus menerima Tomas apa adanya. Yesus bahkan menganggap kalimat-kalimat Tomas sebagai tantangan. Maka, Yesus menjawab tantangan itu dengan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” 

Tuhan Yesus membiarkan Tomas bergumul dengan imannya. Dengan sabar Yesus membimbingnya. Dan yang terpenting adalah, Tomas mau dibimbing! 
Saya bayangkan, saat itu, Tomas pasti langsung gemetar! Dalam situasi itu, kalimat sembah sujud Tomas mengalir bukan hanya dari bibirnya tetapi dari hati yang berdebar. Sambil bersujud Tomas berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Seruan iman Tomas ini penting. Dalam seruan itu terdapat pengakuan iman yang tulus dan jujur. Banyak umat Katolik yang mengulangi seruan itu pada saat konsekrasi suci, saat Hosti Suci dan Piala Kudus diangkat. Pada saat yang sama kita mengakui iman kita kepada Yesus Kristus yang bangkit, “Ya Tuhanku dan Allahku” sambil menyembah Tubuh dan Darah-Nya yang dinyatakan kepada kita melalui Ekaristi Suci.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan sebagai kelanjutan dari Perayaan Ekaristi. Pada saat itulah kita bersembah sujud di hadirat Tuhan Yesus Kristus sambil berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Dan Tuhan Yesus pun akan bersabda kepada kita, “Berbahagialah yang meskipun tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29).

Mulai sekarang, bagi yang belum pernah melakukannya, pada saat konsekrasi suci, saat Tubuh dan Paiala Darah-Nya diangkat, katakanlah dengan lantang dan penuh iman, “Ya Tuhanku dan Allahku” kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here