Renungan Harian,Minggu: 10 Desember 2017, Mrk. 1:1-8

ANGSA Israel di Pembuangan Babilon mengalami penderitaan. Mereka juga bergumul dengan berbagai kesulitan insani. Acapkali, mereka berkeluh kesah dan berpaling dari Allah. Nabi Yesaya menyerukan pertobatan dan ajakan untuk kembali kepada jalan Allah. Seruan Nabi Yesaya kembali diulang oleh Yohanes Pemandi pada masa Yesus agar orang-orang sebangsanya mempersiapkan batin, membuka diri ke jalan pertobatan, dan siap menyambut kedatangan Sang Juru Selamat, Raja Damai. Apa yang diserukan Nabi Yesaya dan Yohanes Pemandi relevan untuk direnungkan pada masa kini, khususnya dalam masa Adven ini. Segenap umat Kristiani diajak untuk membersihkan diri melalui jalan pertobatan agar pantas merayakan Perayaan Natal dengan hikmat.

Adven adalah masa penantian, masa yang inspiratif untuk berefleksi dan mengevaluasi kehidupan. Benarkah hidup kita sudah menjadi tanda yang hidup dalam memperkenalkan jalan Allah bagi sesama? Akankah masa Adven kita jalani dengan sikap yang mendalam atau sekadar sebuah rutinitas belaka? Semoga Adven tahun ini sungguh berdampak bagi gerak dan pilihan kita sehari-hari.

Ya Tuhan, terangilah jiwa dan budiku agar aku mampu mempersiapkan jalan yang benar dalam menantikan kelahiran Yesus, Sang Raja Damai. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: