Renungan Harian, Senin: 25 Maret, Yoh. 12: 1-11

0
2

Share Facebook Twitter Google+ LinkedIn StumbleUpon WhatsApp

A sering tak berani berbuat apa-apa, karena merasa lemah atau tidak pandai bila dibandingkan dengan orang lain. Dengan cara demikian, kita justru membiarkan orang yang pandai dan kuat bertindak sewenang-wenang, karena kita merasa tak berdaya. Orang beriman pasti percaya bahwa Tuhan sering bekerja dalam kelemahan dan tidak pernah meremehkan orang yang lemah. “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.” Dia sendiri menunjukkan kekuatan dalam kegigihan-Nya: “Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai.”

Dalam terang sabda Tuhan inilah, Yesus menerima pengurapan untuk penguburan-Nya. Dengan teguh Ia terus melanjutkan misi-Nya, dan mengajak kita semua pengikut-Nya untuk berani terus berjuangkarena percaya kepada Tuhan betapun kadang kita merasa sudah terkulai dan semangat kita berkedip-kedip. Tuhan tidak akan mematahkan atau memadamkan semangat kita, sebaliknya Ia tetap meneguhkan kita: “Aku ini Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.”

Bapa, semoga aku selalu meneladan Putra-Mu untuk terus berani memperjuangkan janji keselamatan-Mu, karena kepada-Mu lah aku menggantungkan hidupku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here