Renungan Harian, Senin: 16 April, Yoh. 6: 22-29


YESUS melakukan mukjizat penggandaan roti. Apa yang dilakukan-Nya melahirkan decak kagum dari banyak orang. Merekapun berbondong-bondong mengikuti Yesus. Namun, Yesus mengkritik mereka, sebab alasan dibalik keikutsertaan mereka dalam perjalan-Nya hanya sebatas pada roti yang telah digandakan. Yesus mengingatkan mereka perihal paling penting lainnya, bahwa yang patut dicari adalah makanan yang menghidupkan hingga kekal. Dan itu artinya Yesus sendiri.


Dengan perkataan ini Yesus memperlihatkan titik terlemah dalam hidup kita yaitu, ketergantungan pada hal yang duniawi. Tuhan Yesus menghendaki supaya kita bekerja untuk mendapatkan makanan yang bertahan hingga kekal. Makanan itu ialah Tubuh dan Darah Tuhan. Itulah makanan yang menyelamatkan manusia. Karena itu kita pun diajak untuk selalu setia tinggal bersama Yesus dalam Ekaristi. Di dalam Ekaristi, Yesus telah menyerahkan diri seutuhnya tanpa pamrih untuk memberi kita makanan yang bertahan lama yakni, keselamatan. Kehadiran Yesus dalam Ekaristi mengundang kita untuk bersatu dengan-Nya, yang mewujud dalam kesediaan kita berbagi dengan sesama.


Tuhan Yesus, jadikanlah aku murid-murid-Mu yang setia. Murnikanlah motivasiku dalam mengikuti Engkau, sehingga dalam tugas pelayanan, aku sungguh mau berbagi dengan sesama tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Amin.


Sumber: Ziarah Batin 2018

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: