Renungan Harian, Selasa: 31 Oktober 2017, Luk. 13:18-21

Pengharapan

ENGHARAPAN mendorong kekuatan untuk berjuang. Orang yang memiliki pengharapan adalah orang yang sadar diri sebagai manusia bermakna. Hilangnya pengharapan melemahkan daya juang dan runtuhnya upaya menghargai makna hidup.


Rasul Paulus mengajarkan bahwa pengharapan merupakan ciri keberimanan. Pengharapan adalah sebuah sikap dasar yang memerdekakan hidup karena iman. Kemerdekaan hidup itu menyata dalam pola pikir dan tindak yang selaras dengan kehendak Allah yang diimani. Karena hidup beriman itulah maka kita menjadi bagian dari anak-anak Allah. Sikap sebagai anak-anak Allah ditunjukkan dalam pengharapan akan keselamatan dalam Allah sendiri yang diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari.


Yesus kembali menujukkan realitas Kerajaan Allah yang diwartakan-Nya dalam kehidupan manusia. Kerajaan Allah menyata dalam hidup manusia melalui cara pikir, pola sikap dan tindakan yang membahagiakan serta menyelamatkan untuk semua orang. Kerajaan cinta ini telah ada dan dihidupi dalam relasi manusia satu sama lain, dalam relasi dengan alam dan kehidupan. Di mana tatanan harmonis kehidupan diwujudkan, di sanalah warta Kerajaan Allah telah nyata. Apakah kita telah mewujudnyatakan Kerajaan Allah dalam hidup keseharian?


Tuhan Yesus, ajarilah aku memahami Sabda-Mu dalam hidup sehari-hari. Bimbinglah aku agar mampu memberi kesaksian tentang cinta-Mu kepada banyak orang. Amin.


 


Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta


Kredit Foto     : Ilustrasi (Ist)


 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply