Renungan Harian, Selasa: 27 Maret, Yoh. 13: 21-33.36-38

Share Facebook Twitter Google+ LinkedIn StumbleUpon WhatsApp

 

EMAHAMI hidup sebagai panggilan, akan membantu kita untuk memahami peristiwa-peristiwa hidup sebagai jalan Tuhan membimbing hidup kita: “Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan…” Kita menyadari tangan Tuhan yang menuntun dan menyelenggarakan hidup ini. Tuhan menghendaki yang terbaik bagi kita, meski jalannya tak selalu mudah. Namun itulah jalan keselamatan. Hidup hanya akan bermakna bagi dunia dan sesama, jika kita setia pada jalan keselamatan yang dirancang dan ditawarkan Tuhan.

Memahami hidup sebagai panggilan membuat Yesus tahu bahwa akhir hidup-Nya di dunia hampir mencapai puncaknya. Ia dikhianati, disiksa, disalibkan hingga wafat disalib. Sebagai manusia, pengalaman itu pasti menakutkan, namun kesadaran akan panggilan membuat Dia menerima segalanya dengan hati lapang dan tenang. Ia pun tak menyimpan dendam dan kebencian pada Yudas yang akan mengkhanati-Nya. Ia mengingatkan para murid-Nya perihal jalan mengikuti Yesus. Menjadi pengikut Kristus merupkan panggilan dan sekaligus juga pilihan. Sungguhkah kita telah setia pada panggilan dan pilihan itu?

Tuhan, sadarkanlah senantiasa bahwa hidupku ada dalam tangan-Mu, bahwa Engkau memanggilku langkah demi langkah dalam hidup ini, sampai aku dengan mantab berani mengikuti Putra-Mu sepenuhnya, menyerahkan diri kepada-Mu sehabis-habisnya. Amin.

Sumber: imankatolik.or.id

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: