Taun Ana Tuan Ma, salah satu harta kekayaan iman Gereja/Foto: Liputan6.com

ESUATU  yang berharga, apalagi kudus, tidak akan kita lemparkan ke tengah mereka yang tidak dapat menghargainya (bdk. Mat. 7:6). Yesus mengajarkan bagaimana menghargai kebenaran sejati yang telah kita temukan karena iman kepada-Nya, sekalipun hal itu tidak serta merta dilihat oleh banyak orang. Kendati pintu menuju kepada kehidupan seperti diajarkan Yesus itu sempit dan sesak, kita didorong untuk berjuang melaiuinya (bdk. Mat.7:13-14). Sebab iman memang membutuhkan perjuangan dan komitmen. Kita tidak ‘otomatis’ menerima berkat Tuhan karena telah beriman.  Kita harus berusaha mewujudkan iman kita dalam tindakan yang berkenan di hati Tuhan. Pada waktu itu raja Hizkia harus berani memohon kepada Tuhan, agar Tuhan berkenan meluputkan rakyatnya dari tangan raja Asyur (bdk. 2Raj. 19:14-21).


Keyakinan pada kuasa Tuhan ini, tak pernah sekaii pun mengecewakan. Iman tidak akan menghapuskan berbagai tantangan dalam kehidupan, tetapi menyingkapkan kebenaran yang mulia bahwa Tuhan selalu menyertai mereka yang taat kepada-Nya. Dunia kita mungkin tidak mengerti untuk apa kita setia mengikuti jalan Kristus, tetapi kita tahu bahwa jalan itu saja akan membawa kita ke dalam rahasia kehidupan.


Tuhan, ada kalanya jalan yang kulalui terlalu mudah dan hanya menyenangkan diriku sendiri. Semoga Engkau membimbingku untuk kembali kepada-Mu, meski haras berjuang rnelalui pintu yang sempit. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...