Renungan Harian, Selasa 20 Maret,  Yoh. 8: 21-30

PA hubungan antara matiraga dan hidup rohani? Hampir semua agama menghubungkan dua hal ini, namun mungkin tidak banyak yang sungguh memikirkan hubungannya. Sabda Tuhan hari ini menjelaskannya. Hidup rohani atau persekutuan mereka dengan Tuhan adalah tujuan hidup manusia. Bangsa Israel menyebut persekutuan mereka dengan Tuhan itu sebagai Tanah Terjanji. Mereka tidak kunjung mencapai Tanah Terjanji itu karena masih terlalu duniawi. Mereka tak mau matiraga. Karena itu mereka tidak dapat bersyukur atas pemeliharaan Tuhan, malah terus menggerutu karena ingin memuaskan diri dengan fasilitas duniawi.“ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang”



“ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang”


Dalam Injil Yesus juga mengatakan yang serupa: “ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang”. Dan mereka kebanyakan mengertinya sebagai tempat fisik, sementara Yesus berbicara tentang kehidupan rohani: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini”. Hidup rohani tidak pernah akan kita capai jika kita memfokuskan diri pada kenikmatan duniawi. Kita perlu matiraga terhadap urusan duniawi, agar dapat fokus pada kehidupan rohani, guna mempererat relasi dengan Tuhan.  Jika tidak, kita akan jadi ateis praktis: mengakui keberadaaan Tuhan, tapi selalu mengabaikan kehadiran dan bimbingan-Nya.


Tuhan, ajarlah aku untuk berani matiraga, mengambil jarak sejenak dari urusan duniawi agar dapat merasakan kehadiran-Mu dan mendengarkan bimbingan sabda-Mu. Amin.


Sumber: Ziarah Batin 2018

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: