Renungan Harian: Sabtu, 30 Desember 2017, Luk. 2:36-40


Yesus dipersembahkan di Bait Allah,


ENJELANG akhir tahun kita diberi kesempatan untuk sejenak berpikir tentang berbagai pengalaman yang telah kita lalui sepnjang tahun. Akhir tahun juga menjadi momentum yang baik untuk merefleksikan praktik keberimanan kita dalam kacanah hidup keluarga, komunitas, Gereja, masyarakat dan negara. Sebagai Pengikut Kristus, sebuah pertanyaan dapat diajukan: Apakah hidup kia sudah sepadan dengan jaran Kristus ataukah kita bahkan telah menjadi orang-orang yang antikristus dalam praktik keseharian kita?


Surat Yohanes yang pertama mengingatkan kita untuk berwaspada: “ Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan dating, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir…Dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itluah antiKristus, yaitu dia yangmenyangka baik Bapa maupun Anak” (Yoh. 2:18-22). Kita diajak untuk tetap berteguh dalam iman terhadap Anak dan Bapa, agar memperoleh hidup yang kekal.

Pernyataan Simeon kepada Maria dan Yosef saat Kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah memang mengagumkan sekaligus memberikan beban. Ramalan bahwa Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, dan sebuah tombak akan menembus jiwa Maria, tentu tidak mudah. Ada sebuah masa depan yang mulia sekaligus salib berat yang mesti dipikul. Bunda Maria yang melakukan perannya sebagai ibu bagi Yesus. Dalam kesederhanaan dan ketekunannya sebagai ibu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan Yesus di dalam keluarga. “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya” (Luk. 2:40). Setiap keluarga tetap dipanggil untuk mengikuti teladan Keluarga Kudus Nazaret. Perhatian dan pendampingan orangtua terhadap anak-anak dengan kasih serta didikan yang baik mengantar anak-anak bertumbuh kuat dalam Roh dan hikmat Allah.


Ya Tuhan, rahmatilah keluargaku dengan kasih dan hikmat-Mu, agar aku mampu membesarkan anak-anak sesuai kehendak-Mu. Biarlah ROh-Mu yang membimbing keluargaku kini dan selamanya. Amin.


 


Sumber: Ziarah Batin 2017, Penerbit OBOR Indonesia

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: