Renungan Harian, Sabtu: 24 Maret, Yoh. 11: 45-56

Share Facebook Twitter Google+ LinkedIn StumbleUpon WhatsApp

NTUK sampai pada kebenaran sejati yang menyatukan, seringkali dibutuhkan pengorbanan. Orang yang berani berkurban tanpa pamrih akan menyatukan orang-orang yang sering terpecah-belah karena kepentingan dan pamrihnya masing-masing. Orang akan sadar bahwa kepentingan dirilah yang menyebabkan mereka saling menyerang. Pengurbanan tanpa pamrih, itulah yang akan meleburkan pamrih-pamrih mereka menjadi satu tujuan, yakni kebaikan bersama. Itulah yang terjadi pada diri para martir dan Tuhan Yesus. Mereka menjadi tumbal dari kebencian pihak lain yang enggan untuk mempercayai kebenaran.

Yesus menjadi korban dari ambisi dan kepalsuan orang-orang yang haus akan kekuasaan. Meskipun demikian, keselamatan yang datang dari Tuhan-lah yang pada akhirnya akan memenangkan pertarungan. Keselamatan itu tidak lahir dari gemerlap kuasa Yesus seperti yang dimiliki para raja bangsa-bangsa, tetapi ditempuh melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.

Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan teladan pengorbanan yang luar biasa. Semoga aku pun berani berkurban demi kebaikan dan keutuhan keluarga, Gereja dan masyarakat Negara. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: