Renungan Harian, Sabtu 2 April 2016

0
5

Sabtu Oktaf Paskah

Injil: Markus 16:9-15

“Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”

Renungan

Rasa percaya tidak timbul secara tiba-tiba. Percaya merupakan sebuah proses dinamis yang dialami dari pengalaman personal seseorang kepada orang lain atau kepada suatu hal tertentu. Demikian juga dengan para murid, mereka sampai pada kepercayaan akan Yesus yang sudah bangkit karena mereka mengalami proses yang tidak mudah. Mulai dari rasa ketidakpercayaan atau mempertanyakan, mencari, dan akhirnya menemukan.

Yesus yang sudah bangkit tidak begitu saja bisa mereka terima, apalagi warta dari para wanita. Dua murid dari Emaus pun belum sepenuhnya membuat mereka percaya. Ketika Yesus menjumpai mereka secara langsung lah para murid kemudian baru mendapat kepercayaan. Yesus yang bangkit tidak segera meninggalkan para murid. Sang Guru setia menuntun para murid, mendampingi, membuka pikiran mereka, mengubah cara pandang mereka. Penyertaan itulah yang dibutuhkan pada murid untuk sampai pada keyakinan bahwa Yesus yang disalibkan saat ini sudah bangkit. Dia adalah Tuhan dan penyelamat manusia.

Mudah percaya atau tidak mudah percaya masing-masing mempunyai sisi yang menguntungkan dan tidak menguntungkan. Orang yang mudah percaya kemungkinan hidupnya menjadi lebih aman, dalam arti ia tidak memikirkan atau mempertanyakan banyak hal. Apa yang kelihatan itu yang menjadi kebenaran. Namun orang yang mudah percaya sering kali mudah untuk ‘ditipu’.

Sementara itu orang yang tidak mudah percaya mempunyai keuntungan bahwa ia tidak mudah ditipu. Ia mempertanyakan banyak hal sebelum sampai pada sikap percaya. Biasanya ketika dia sudah percaya, kepercayaannya tidak mudah hilang, akan bertahan lama, meskipun yang dipercayai tidak sepenuhnya benar. Namun orang yang tidak mudah percaya menjadi seperti orang yang susah untuk diajak kerjasama, sulit diajak berkomunikasi, banyak hal menjadi pertanyaan baginya. Mungkin saja hidupnya mempunyai banyak peluang untuk stress dibanding orang yang mudah percaya.

Dalam kehidupan sehari-hari, salah satu unsur penting membangun hidup yang bahagia adalah sikap percaya. Dalam berbisnis, unsur kepercayaan biasa menjadi penentu sukses atau tidaknya sebuah usaha, meskipun unsur ini sebenarnya tidak tampak. Seorang pasien yang tidak percaya dengan tenaga medis biasanya akan mempunyai waktu yang lebih lama dalam kondisi sakit.

Demikian juga dalam beriman. Para murid memang sempat meragukan kesaksian Maria Magdalena dan hanya menganggap hoax apa yang dikatannya. Terhadap dua murid dari emaus pun mereka belum sepenuhnya percaya, baru sebatas kagum. Mengalami dan merasakan Yesus yang mendatangi mereka lah para murid baru mendapat kepercayaan. Pengalaman personal mereka lah yang menjadikan para murid berani dan tahan uji dalam mewartakan Injil kemana mereka diutus.

Bagi kita, bagaimana supaya kita sampai pada kepercayaan?

Kenalilah dan alamilah pribadi atau peristiwa yang anda hadapi. Para murid tahu Yesus ketika sebelum peristiwa salib. Setelah kebangkitan, para murid semakin mengenal Yesus, mereka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan keheranan mereka. Temuan para murid adalah mereka sungguh percaya pada Yesus yang bangkit. Semoga ketika kita juga semakin mengenal entah orang entah peristiwa, hidup kita juga menjadi hidup yang dilandasi saling percaya. Terlebih kita semakin percaya akan kasih dan kebaikan Tuhan yang senantiasa menyertai kita.

Doa

Ya Tuhan, semoga kami mampu untuk semakin setia mendalami misteri Paskah. Mampukan kami untuk mampu bertahan dalam iman dalam setiap situasi hidup yang kami alami. Tuhan, sertailah dan dampingilah hidup kami. Semoga kami tekun bertanya dan mencari jawab atas pergulatan kami masing-masing. Sebab Engkaulah sumber pangharapan kami, sepanjang masa. Amin.

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here