Anak-anak menerima berkat dari imam dalam perayaan ekaristi/Foto:Wordpress.com


 


Salah satu kebiasaan yang baik yang dihidupi dalam perayaan gereja Katolik adalah memberikan berkat kepada anak-anak yang menghadiri Ekaristi pada hari minggu. Namun, membawa anak-anak pada Yesus untuk didoakan dan diberkati tidak hanya berhenti pada perayaan Ekaristi. Orangtua harus lebih aktif dan tidak menunggu anak untuk berinisiatif. Inisiatif dan keaktifan itu bisa dengan melibatkan anak dalam kegiatan Bina Iman, legio, Putra/putri Altar, ikut dalam kegiatan atau doa lingkungan.


Pada zaman ini, perkembangan anak-anak lebih difokuskan pada aspek kognitif belaka. Sedangkan dimensi spiritual dan rohaniannya sering diabaikan. Anak-anak memiliki waktu yang banyak untuk terlibat dalam kegiatan sekolah dan les private, sedangkan untuk terlibat dalam kegiatan yang mendekatkannya pada Tuhan acapkali tak memiliki waktu. Amsal mengingatkan pada orangtua bahwa “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” (Ams. 1:7). Kecerdasan Spiritual merupakan hal yang mendasar untuk kecerdasan yang lain. Semoga kita menyadari hal ini dan mendorong anak ikut terlibat dalam pembinaan iman entah melalui retret, rekoleksi dan hal-hal lain.


Tuhan Yesus sahabat anak-anak dan kaum muda, berkatilah anak-anak dan kaum muda di seluruh dunia, teristimewa mereka yang mengalami kekerasan, penderitaan, dan terimalah jiwa mereka yang digugurkan. Bantulah aku untuk membawa mereka kepada-Mu dengan melibatkan mereka dalam kehidupan menggereja. Amin.


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...