Yohanes Pembaptis/Foto: Ilustrasi

Sahabat Beriman, Yohanes Pembabtis dibunuh karena keberaniannya menyuarakan kebenaran dan keadilan. Keberanian seperti ini pulalah yang melekat dalam diri jemaat perdana. Mereka mengikuti teladan Yesus Sang Guru yang juga menjadi korban ketidakadilan dan kesewenangan dari para penguasa lembaga agama maupun pemerintah waktu itu. Semangat kemartiran Yohanes Pembabatis itu hendaknya juga menjadi semangat kita para pengikut Yesus jaman sekarang. Menyuarakan kebenaran dan keadilan di tengah-tengah keluarga, gereja dan masyarakat.


Semangat kemartiran kristiani semakin redup dewasa ini, demikian ungkap seorang uskup Indonesia dalam kesempatan perjumpaan para uskup se Asia. Karena itulah para Pemimpin Religius se Indonesia sepakat untuk menggerakkan seluruh anggotanya menjadi mistikus dan nabi di tengah Gereja dan masyarakat. Gerakan ini sangat relevan untuk melawan tindak kekerasan, penindasan dan ketidakadilan di tengah masyarakat. Artinya, hendaknya kita sebagai pengikut Yesus berani menjadi saksi-saksi kebenaran sejati.’


Ya Yesus yang baik, tuntunlah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Semoga dengan doa-doa para martir akupun berani untuk membela dan berpihak pada orang kecil, sakit dan tertindas. Amin


Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. katolik renungan harian
Loading...