Renungan Harian, Rabu: 28 Maret, Mat. 26: 14-25

Share Facebook Twitter Google+ LinkedIn StumbleUpon WhatsApp

UBUAT Yesaya membantu kita memasuki pergulatan Yesus mendekati puncak sengsara-Nya. “Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak meberontak, tidak berpaling kebelakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludai.”

Pergulatan Yesus dalam mengikuti kehendak Tuhan juga merupakan pergulatan kita. Setia pada panggilan Tuhan sering kali tidak mudah kalau kita menoleh ke belakang dan membandingkan dengan orang lain yang kelihatan lebih enak hidupnya. Namun, kalau kita mau setia pada panggilan Tuhan dan perutusan yang diterima, kita akan lebih berani menghadapi cercaan, aniaya maupun penghinaan dengan keyakinan: “Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda.”

Menghadapi pergulatan hidup bersama Tuhan akan membuat kita menjadi lebih tenang dan berani. Kita tumbuh menjadi pribadi yang setia pada panggilan Tuhan, seperti Yesus sendiri. Yesus dengan tenang menjalani hidup-Nya, termasuk makan Paskah bersama murid-murid-Nya, bersama Yudas yang telah menjual Dia.

Tuhan, ajarlah aku untuk mengikuti panggilan-Mu dengan setia dan dengan rela, termasuk bersabar terhadap mereka yang tidak setia, bahkan menjahatiku. Amin

 

Sumber: Ziarah Batin 2018

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: