Renungan Harian, Rabu: 21 Maret 2018, Yoh. 8: 31-42

ERGULATAN yang paling sulit sebenarnya adalah yang terjadi dalam diri kita. Sering kita gelisah dan bingung karena diombang-ambingkan keinginan yang berbenturan dengan nurani kita. Sering pula keinginan itu justru pandai mencari pembenaran (rasionalisasi). Injil hari ini bisa membantu kita untuk menerangi pergulatan kita. Yesus bisa meneguhkan suara nurani kita: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku…kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”


Masalahnya, kita kerap tak melibatkan Yesus dalam pergulatan. Tanpa Yesus, nurani kita menjadi lemah dan sering kalah berhadapan dengan kepentingan nafsu, rasa aman dan nyaman yang menguasai rasio kita. Sadrakh, Mesakh dan Abednego sebenarnya menghadapi pilihan sulit karena raja yang sangat bersahabat meminta mereka untuk menyembah berhala. Godaan untuk kompromi selalu ada, karena selama ini rajalah yang menjamin fasilitas hidup mereka, nos mereka. Namun, dengan melibatkan Tuhan berani dengan tegas tanpa kompromi menolak menyembah berhala. Yesus adalah kehadiran Allah yang lebih nyata bagi kita dari pada bagi ketiga pemuda itu. Soalnya, maukah kita melibatkan Yesus dalam pergulatan hidup kita?


Tuhan Yesus, hadirlah dan dampingilah aku senantiasa, agar bebas dari kuasa dosa, aku benar-benar merdeka untuk memilih yang baik dan benar. Amin.


Sumber: Ziarah Batin 2018

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: