Renungan Harian, Minggu: Mrk. 14: 1-15:47

Share Facebook Twitter Google+ LinkedIn StumbleUpon WhatsApp

AGAIMANA perasaan kita jika tahu bahwa orang-orang yang mengelu-elukan, akan menolak dan bahkan menghujat kita? Mungkin kita tak akan mau tampil untuk dielu-elukan. Namun, Yesus dengan tenang menjalani drama kemanusiaan ini sesuai dengan misi Bapa-Nya. Dia harus menjalani semua itu untuk membuat manusia mengerti dampak kedangkalan iman mereka. Jika iman kita dangkal, mudah sekali kita diombang-ambingkan oleh kepentingan diri. Iman yang mendalam akan menuntun langkah hidup kita. Sabda-Nya yang penuh kasih akan membimbing kita kepada keselamatan sejati.

Kita perlu menempuh jalan Yesus untuk sampai pada keselamatan. Kita meyakini kebenaran teladan-Nya yang membawa kepada kehidupan sejati, jalan perendahan dan pemberian diri: Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Putra Manusia mengambil jalan kerendahan hati untuk mematahkan kesombongan manusia, kesombongan yang membuat manusia ingin menjadi tuan atas hidupnya sendiri. Hanya dengan perendahan diri dan ketaatan, Putra manusia mencapai kemuliaan-Nya. Hanya dengan perendahan diri dan ketaatan pun kita kembali menjadi secitra dengan Allah, bahkan menjadi anak-anak Allah yang terkasih.

Bapa, semoga aku selalu belajar untuk mengikuti Putra-Mu kewat kesediaanku untuk rendah hati, berkurban, rela menanggung kesulitan demi keselamatan sesamaku. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply