Renungan Harian, Minggu: 04 Februari 2018, Mrk. 1:29-39


ETIAP manusia memiliki kerapuhan dan keterbatasan dalam menghadapi masalah. Manusia cenderung ingin mengalami hal-hal baik dalam hidup, dan mengelak pada setiap pengalaman buruk. Ia bisa gampang menyerah dan kehilangan harapan ketika badai kehidupan menerpa, menganggap hidup seperti sebuah kesia-siaan belakan, dan merasa sendirian. Ia bisa mengumpat Tuhan dan mempertanyakan keberadaan-Nya; mengapa Tuhan membiarkan penderitaan?


Namun, bagaimana pun manusia mengeluh atau bahkan mempertanyakan Tuhan, penderitaan akan selalu ada dalam perjalanan hidup manusia. Hal yang paling penting dari setiap pengalaman penderitaan adalah cara kita menghadapinya, seperti yang dialami oleh Ayub.


Sebelum Yesus berjumpa dengan orang-orang yang mengalami penderitaan, pagi-pagi benar Yesus bangun dan pergi berdoa kepada Bapa-Nya. Yesus memberi teladan kepada kita bahwa doa menjadi hal yang mendasar dalam kehidupan.

Dalam doa kita akan berkomunikasi dengan Tuhan, meminta kekuatan dan pertolongan-Nya supaya kita mampu melihat kehendak Tuhan di dalam setiap pergumulan hidup. Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon yang sedang sakit. Kehadiran-Nya tidak saja menyembuhkan, tetapi juga memberikan kehidupan dan keselamatan kepada setiap penderitaan manusia. Sikap yang diperlukan adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak dan rencana Allah.


Ya Allah, tambahkanlah imanku supaya dapat melihat rencana-Mu dalam setiap pergumulan hidup yang aku alami. Semoga kehadiranku dapat membantu orang lain yang sedang mengalami persoalan hidup. Amin.


Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: