Renungan Harian, Kamis: 22 Maret 2018, Yoh. 8: 51-59

0
10

MAN akan kehidupan kekal mudah diucapkan, tetapi jarang kita yakini sungguh. Beberapa bangsa meyakini kehidupan berlanjut sejauh diturunkan dalam anak cucu. Ini nyata dari perjanjian Tuhan dengan Abraham dalam bacaan pertama. Namun, Yesus menjanjikan kehidupan kekal bagi mereka yang menuruti firman-Nya: “Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”


Kita melihat kata-kata Yesus ini terpenuhi dalam diri para kudus yang dikenang sepanjang masa, dan teladan hidupnya menjiwai kita. Hidup mereka mewujudkan apa yang dikatakan Rasul Paulus: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”(Flp. 1:21). Bagaimana aku sendiri meyakini imanku akan kehidupan kekal? Apakah imanku akan kehidupan kekal mendasari caraku menghayati hidupku sehari-hari?


Aku bersyukur kepada-Mu ya Allah yang hidup dan abadi, karena dalam Putera-Mu aku Kauperkenankan hidup abadi bersama-Mu. Amin.


Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here