AULUS berasal dari golongan Farisi. Sebelum bertoba, ia sangat gencar menganiaya dan membunuh murid-murid Yesus. Namun, setelah bertemu Yesus di jalan ke Damsyik, ia amat giat mewartakan Kristus (bdk. Kis.9:1-19;22:1-22). Bahkan, pewartaannya menimbulkan perpecahan di antara orang Yahudi. Mereka menyeretnya ke pengadilan. Dia tahu kelemahan mereka, yaitu adanya perbedaan keyakinan antara golongan Farisi dan Saduki. Orang Farisi percaya akan kebangkitan, sedang orang Saduki tidak.


Paulus menggunakan perbedaan pandangan ini untuk membela ajaran Yesus. Yesus telah bangkit dari kematian. Inilah yang diwartakan Paulus. Dia pun akhirnya dilepaskan dari penjara. Yesus menampakkan diri kepadanya dan menguatkannya. Ia bersaksi tidak hanya di Yerusalem tetapi sampai ke Roma, ke pusat kekaisaran (bdk. Kis.23:6-11).


Kita pun diutus menjadi saksi Yesus. Menjadi saksi Kristus tidak berarti hanya sekadar mewartakan Kristus begitu saja, tetapi juga menjaga persatuan dan kerukunan umat. Yesus berdoa agar ktia semua bersatu, sama seperti Bapa dan Putra bersatu dan saling mengasihi (bdk. Yoh. 17:22-23). Kesatuan sempurna ini telah diwujudkan Yesus dalam hidup-Nya. Semoga kita pun dapat melakukan hal yang serupa dengan dilandasi cinta kasih.


Ya Tuhan, utuslah Roh-Mu agar dunia menjadi baru dan dapat hidup rukun bersatu dalam cinta kasih. Amin.


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.