Mengampuni orang lain/ Foto: Ilustrasi (Ist)


Bacaan Injil hari ini menampilkan satu kekhasan ajaran Kristiani yakni, perihal pengampunan Bagi Petrus, pengampunan memiliki batas. Namun, Yesus menegaskan bahwa pengampunan dilakukan terus menerus hingga tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, kita harus selalu mengampuni sebab diri kita sendiri adalah pendosa. Yesus menghendaki agar kita tidak bosan-bosannya untuk saling mengampuni. Standar tindakan pengampunan itu adalah Allah. Ia selalu mengampuni segala kesalahan dan dosa kita. Hal yang sama pun dituntut dari kita.


Kalau Anda tidak mampu atau tidak mau mengampuni kesalahan sesamamu, rasa dendam itu akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Karena rasa dendam inilah yang menjadi sumber segala penyakit, baik jasmani maupun mental dan spiritual. Mengampuni sesama merupakan salah satu langkah untuk menyembuhkan diri. Mengampuni tidak hanya memberikan damai dan sukacita kepada orang lain, tetapi juga melahirkan kehidupan baru, kesehatan jasmani dan rohani kepada diri. Mari kita saling mengampuni dan mendoakan satu sama lain. Dasar dari tindakan itu adalah Allah sendiri. Sebab, Ia adalah Kasih yang suka mengampuni.


Ya Allah Bapa yang maha Pengasih dan penyayang, semoga dengan kekuatan ilahi-Mu, aku mampu saling mengampuni dan hidup rukun sebagai saudara baik dalam keluarga, komunitas, Gereja dan masyarakat. Amin.


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...