Renungan Harian, Kamis : 09 November 2017, Yoh. 2:13-22

Katedral Keuskupan Roma

ARI ini kita merayakan pemberkatan Gereja Katedral Keuskupan Roma, yang boleh disebut sebagai gereja induk bagi umat Katolik Roma. Basilika St. Yohanes Lateran dibangun pada tahun 324 dan menjadi simbol kemerdekaan umat Kristiani.


 Pada hari pemberkatan gereja induk seluruh umat Katolik ini, Injil Yoh mengajak kita merenungkan makna gereja. Setelah kisah perjamuan nikah di Kana, Injil menyajjikan kisah Yesus yang mengamuk di Bait Allah. Bisa dipastikan kebanyakan orang kristiani membenarkan tindakan Yesus itu. Tetapi, mari membayangkan seorang imam yang mengamuk, atau setidaknya marah di dalam gereja. Meskipun posisi dan alasannya benar, bisa dipastikan ia menuai kontroversi dan mungkin diserang banyak haters.


Tindakan Yesus di Bait Allah mestinya selalu menjadi kritik yang menyentak kita. Apakah gereja adalah tempat penuh cinta, atau sekadar wadah aneka peraturan, birokrasi, kebiasaan yang membelenggu manusia dan menyulitkan manusia untuk mengalami kehadiran Allah? Dan apakah gereja menjadi tempat orang yang rendah hati dan bersemangat kasih, atau orang-orang arogan yang anti-kritik?

Nabi Yehezkiel menceritakan penglihatan tentang air yang mengalir dari Bait Tuhan. Gereja kita memang semestinya menjadi sungai yang mengalirkan air jernih, sungai cinta kasih, sukacita, dan belas kasih yang menyejukan manusia.


Tuhan Yesus Raja Cinta, ajarilah aku membangun persekutuan iman dan kasih yang sejati di dalam nama-Mu. Amin.


Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta


Kredit Foto     : Katedral Keuskupan Roma/commons.wikimedia.org

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply