Renungan Harian, Kamis: 01 Februari 2018, Mrk. 6:7-13


UHAN berjanji akan menjaga takhta Daud, namun dari pihak keturunan Daud harus mengusahakan kesetiaan di hadapan Tuhan. Kesetiaan pada Tuhan itulah yang dipesankan Daud kepada Salomo menjelang akhir hayatnya. Dengan demikian, janji Tuhan bukan membebaskan manusia dari tanggung jawab, tetapi justru meneguhkan kewajiban manusia yang harus dipenuhi. Pesan Daud kepada Salomo berguna juga bagi kita yang memiliki posisi sebagai pemimpin. Seorang pemimpin perlu memiliki rasa takut dan kesetiaan kepada Tuhan dalam menjalankan kekuasaan dan pemerintahannya.


Sebuah pewartaan dan pelayanan yang baik harus melibatkan Tuhan di dalamnya. Tanpa itu, segalanya menjadi sebatas kerja kemanusiaan atau usaha demi meraih popularitas semata.

Dua belas murid dalam kisah Injil menerima perutusan dari Yesus. Mereka menerima kuasa atas segala daya kegelapan. Pewartaan itu pun tidak berpusat pada diri sendiri, tetapi pada usaha membagikan damai dan berkat pada mereka yang menerima dengan tangan terbuka.


Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk mengandalkan Tuhan dalam tugas perutusan, maupun dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang yang percaya dan mengimani Yesus. Ingatlah bahwa Yesus telah memanggil dan memilih kita untuk menjadi alat cinta-Nya di mana pun kita berada dan ke mana pun kita pergi. Kita menyadari bahwa tugas mewartakan kasih Allah belum selesai. Kita meyakini bahwa setiap karya Allah pasti akan berjalan baik. Oleh karena itu, Yesus mengarahkan kita supaya tetap fokus sehingga tidak mudah terbawa arus. Sebab Yesuslah Andalan kita.


Ya Allah, berilah aku rahmat-Mu agar aku mampu menjadi utusan-Mu yang bijak dan dapat bekerja sama dengan baik di mana  pun aku berada. Amin.


Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: