Renungan Harian, Jumat: 27 Juli 2018, Mat. 13:18-23

Mat 13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
Mat 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
Mat 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
Mat 13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
Mat 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Sahabat beriman terkasih. Allah menyampaikan sabda-Nva pada semua orang. Namun, tidak semua orang memiliki minat yang sama dalarn menanggapi Sabda itu. Panggilan untuk hidup dengan kualitas kebaikan dan kebenaran merupakan pengetahuan standar yang diajarkan di semua sekolah dan agama. Namun, tidak semua pendengar memiliki ketertarikan yang sama untuk mewujudkannya. Ada sebagian orang yang sekadar menjadikan Sabda kebenaran sebagai sebuah pengetahuan, tanpa keinginan untuk menghidupi pengetahuan itu. Ada sebagian orang yang penuh semangat menerima Sabda Allah dan kebenaran-Nya, tetapi gampang menyerah kalah dengan situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Sebagian yang lain penuh antusiasme, tetapi karena tekanan yang demikian besar membuatnya sulit untuk mengaplikasikan kebenaran itu secara leluasa.

Mat. 13:18-23 : Benih yang Bertumbuh dan Berbuah

Mat. 13:18-23 : Benih yang Bertumbuh dan Berbuah

Tidak semua dari kita terlahir dalam keluarga dan lingkungan sosial yang baik dalam hal beriman akan Allah. Tidak sedikit orangtua yang enggan bercerita tentang iman di hadapan anak-anaknya. Tidak sedikit lingkungan yang justru menciptakan dan menyediakan pergaulan yang tidak terpuji untuk anak dan remaja. Jika kita merupakan salah satu yang termasuk dalam korban keluarga atau lingkungan yang kurang baik, kita harus menentukan sebuah keputusan. Pertama, tentu kita tidak perlu mengadili keluarga dan lingkungan di mana kita berada. Kedua, kita perlu meminta tenaga bantuan untuk mengelola ladang kehidupan kita agar menjadi lahan subur bagi Sabda Nlah, dan bantuan itu adalah Gereja.

Ya Allah, terima kasih atas keikutsertaanku di dalam Gereja Kudus-Mu. Di dalam-nyalah aku menemukan wajah-Mu dan mengenal kebenaran. Semoga persekutuan di dqlam Gereja-Mu membuat aku makin berubah menjadi ladang yang subur sebagai tempat penyemaian Sabda-Mu. Amin.

Renungan Audio bisa Anda dengarkan via Daily Fresh Juice

Pembawa Renungan : RD. Hady Setiawan
Seminari Tuka – Bali

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: