Renungan Harian, Jumat: 23 Maret, Yoh. 10: 31-42

Share Facebook Twitter Google+ LinkedIn StumbleUpon WhatsApp

ADANG kita merasa takut mendengar ancaman atau penolakan langsung atau lewat rasan-rasan yang kita dengar. Ketakutan itu bisa membelenggu kita, termasuk untuk terus berbuat baik dan menyampaikan kebenaran. Kecuali seperti Yeremia kita merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan: “Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”

Yesus pun terus berbuat baik, karena yakin perbuatan itu merupakan pekerjaan Allah Bapa-Nya. “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku.” Memang masalahnya, manusia selalu membela kepentingannya sendiri. Itulah yang terjadi dengan para pemuka agama Yahudi. Bagi mereka, kehadiran Yesus merupakan ancaman yang mengganggu kemapanan mereka. Itulah sebab mereka menyebarkan tuduhan yang tidak benar dan mendasar tentang Yesus. Jawaban dari pihak Yesus sungguh mengesankan, Ia tidak membalas dengan tuduhan, tetapi dengan pengajaran. Bagi Yesus, kebenaran agama harus diuji dari kebaikannya kepada manusia. Sayangnya, banyak orang masih bisa dikelabuhi dengan “hasutan iman” yang sesat, dan lebih percaya kata-kata dari pada tindakan nyata.

Tuhan, kehadiran dan kasih-Mu nyata dalam pekerjaan Putera-Mu. Semoga aku pun berani tetap berbuat baik karena yakin lewat pekerjaan baik itu kami bersatu dengan-Mu. Amin

Sumber: Ziarah Batin 2018.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply