Renungan Harian, Jumat: 22 Desember 2017, Luk. 1:46-56

Keluarga sederhana dari Nazareth, Ilustrasi (Ist)

DA satu keluarga yang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Setelah 14 tahun berusaha, novena, dan mengembangkan pola hidup sehat serta berkonsultasi dengan dokter, akhirnya Tuhan memberikan mereka seorang puteri yang cantik. Saat pembatpisan, ayah dan ibu anak itu berkata, “Pastor, terima kasih atas pembaptisan putri kami. Ini pemberian Tuhan, kami mempersembahkan kepada Tuhan. Terserah Tuhan mau memakainya untuk tugas apa, yang pentng ia betumbuh sehat dan semoga hidupnya di masa depan berguna untuk kemuliaan Tuhan dan banyak orang.


Hana di usia yang lanjut menghabiskan waktunya untuk berdoa meminta seorang anak laki-laki. Doa Hana didengarkan Allah. Di atas semuanya Hana menegaskan bahwa semua yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Allah, karena itu bersyukur dan mempersembahkan kembali semuanya untuk kemuliaan Allah adalah pilihan sikap iman yang tepat. Karena tanpa Allah kita bukan siapa-siapa.


Bersyukur dalam hidup atas apa yang telah terjadi dan yang kita terima dari Allah merupakan pilihan sikap iman yang baik untuk dilakukan.

Bunda Maria menyadari bahwa dia adalah perempuan sederhana dari desa kecil di Nazareth. Karena itu, dia bersyukur atas apa yang sedang terjadi padanya sebagai belas kasih dan kemurahan hati Allah semata. Bunda Maria tidak henti-hentinya memuliakan kebesaran Allah: “Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah juru selamatku” (Luk. 1:46). Ungkapan syukur dan nyanyian pujian Maria merupakan bagian pernyataan kerendahan hati dan iman Maria di hadapan Allah. Semoga apa yang dilakukan Hana dan Maria dapat menginspirasi kita semua untuk selalu bersyukur dan memuliakan Allah dalam setiap peristiwa hidup.


Ya Tuhan, ajarilah aku agar selalu mampu mensyukuri segala peristiwa hidup. Rahmatilah hatiku agar selalu menyadari belas kasih dan kemurahan hati-Mu dalam perjalanan dan seluruh perjuangan hidupku. Amin.


Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta


 


 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: