Renungan Harian, Jumat: 10 November 2017, Luk. 16:1-8

ERING dikatakan bahwa pencuri itu cenderung lebih cerdik dari polisi. Mungkinn salah satu alasannya adalah kebutuhan bertahan hidup, dalam hal ini tidak tertangkap, yang memaksa mereka mencari segala macam jalan yang paling aman. Kiranya demikian situasi yang digambarkan dalam kisah bendahara yang cerdik. Ia harus bertahan hidup, sehingga muncullah ide cerdiknya.

“Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya” (Luk.16:18). Yesus mengkonfrontasikan anak-anak dunia dengan anak-anak terang, mengisyaratkan sebuah tantangan bagaimana anak-anak terang dapat membawa terang itu kepada dunia.

St. Paulus menegaskan tugas pelayanan kita kepada dunia, yaitu pewartaan Injil. Di dunia yang sering dikatakan semakin sekuler dan materialistis, kita bertanya tentang bagaimana menemukan cara-cara kreatif untuk menyampaikan kabar sukacita ke hati manusia. Tetapi, sebelum itu, jauh lebih penting bertanya kepada diri kita, apa yang menggerakkan diri kita untuk melayani dan mewartakan Injil? Apakan pelayanan itu bernilai situasi hidup-mati bagi kita, atau dengan kata lain sesuatu yang maha penting sebagaiaman St. Paulus dan bendahara yang cerdik? Atau karena ingin ikut terlibat saja?

Allah Bapa penuh kasih, penuhilah aku dengan semangat untuk mewartakan Injil sehingga kebaikan-Mu semakin dikenal oleh semua orang. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     : Ilustrasi (Ist)

 

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply