Renungan Adorasi: Selasa, 9 Desember 2014

yesus gembalaYes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14 …Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang… INJIL hari ini mewartakan perumpamaan tentang domba yang hilang dan gembala yang baik yang penuh perhatian dengan domba yang hilang. Apa yang bisa kita petik sebagai pelajaran dari perumpamaan ini? Pertama, perumpamaan itu melukiskan seperti […]

yesus gembala

Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14

…Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang…

INJIL hari ini mewartakan perumpamaan tentang domba yang hilang dan gembala yang baik yang penuh perhatian dengan domba yang hilang. Apa yang bisa kita petik sebagai pelajaran dari perumpamaan ini?

Pertama, perumpamaan itu melukiskan seperti apakah Allah itu. Ini menghibur kita dengan jaminan bahwa Allah tidak akan beristirahat hingga kita menemukan jalan pulang kepada-Nya. Yesus hendak menegaskan yang sudah disampaikan oleh Nabi Yesaya dalam Perjanjiam Lama bahwa Allah akan menggembalakan kiya secara personal dan membimbing mereka menuju ke tempat yang aman (lih. Yesaya 40:11).

Kedua, domba yang hilang itu bisa jadi adalah kita. Gembala yang baik itu tentu saja adalah Yesus Kristus sendiri. Yesus sendiri menyatakan Diri-Nya sebagai Gembala yang baik yang menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:11). Allah mengutus Yesus Kristus, Putra-Nya yang Tunggal, sebagai Gembala yang Baik yang memulihkan damai dan kebenaran. Ia juga menggembalakan dan memperhatikan kita dengan penuh kasih dan belarasa.

Ketiga, perumpamaan ini memberikan kepada kita hati yang berlimpah dengan segala kemurahan dari Yesus Kristus Sang Gembala Baik. Ia mencari kita hingga Ia menemukan dan membawa kita pulang ke rumah-Nya yang aman.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus, satu-satunya Gembala Yang Baik yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Di sana setiap hari Dia menjaga setiap langkah hidup kita. Mari kita ikuti langkah-Nya yang membimbing kita menuju kehidupan bukan kematian.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau tidak bersukacita bila di antara kami hilang, tetapi menghendaki agar kami diselamatkan dan memulihkan persahabatan kami dengan Dikau. Semoga kami selalu berjalan dalam cahaya kebenaran-Mu dan tidak menyimpang dari kehadiran kasih-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Pastoran Sanjaya Muntilan
»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply