Renungan Adorasi Selasa, 27 Januari 2015

karya tuhanIbr. 10:1-10; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11; Mrk. 3:31-35 JAWAB  Yesus kepada mereka: “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Membaca Injil hari mungkin kita bertanya: Mengapa Yesus tampak cuek kepada keluargaNya saat mereka hendak bertemu denganNya? Ia berkata: Siapakah ibuKu, siapakah saudaraKu, siapakah saudariKu? Mereka adalah yang melakukan kehendak Allah. SabdaNya ini membuat cinta dan hormatNya kepada ibu dan kerabatNya dipertanyakan. Namun sesungguhnya, kasih dan hormatNya kepada mereka tak perlu diragukan. Apa maksud Yesus dengan mengatakan itu? Yesus hendak mengajar para muridNya tentang pengalaman rohani dan kebenaran tentang Kerajaan Allah. Ia menunjukkan realitas yang lebih tinggi tentang relasi dengan Allah dan yang menjadi milikNya. Kita pahami bahwa inti menjadi orang Kristiani (Kristen) itu lebih dari sekadar doktrin, konsep dan perintah. Menjadi Kristen pertama-tama dan terutama adalah mengalami relasi dengan Allah, suatu relasi iman, perasaan, komitmen, loyalitas, kebaikan, kesungguhan, bela rasa, belas kasihan, pertolongan, peneguhan, dukungan, kekuatan, perlindungan dan begitu banyak kualitas lain yang mengikat kebersamaan umat dalam saling saling, pengertian, dan kesatuan. Allah menawarkan kepada kita kesatuan hati, budi, dan roh dengan diriNya, Sang Pencipta dan Sumber Kasih. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang tidak pernah gagal, tak pernah lupa dan tak pernah kompromi pun membohongi atau membuat kita terpuruk lagi kecewa. KasihNya tetap, tak tergoyahkan, tanpa syarat, dan tak bisa dihentikan. Dalam Adorasi Abadi kita membangun relasi kasih untuk berakar dalam kasihNya. Tuhan Yesus Kristus, kami ingin tumbuh dalam persahabatan dan kasih denganMu. Anugerahilah kami Roh Kudus untuk mengubah hati, budi dan kehendak kami, dan mampukan kami untuk mengasihi secara merdeka dan murah hati seperti Engkau mengasihi. Dalam relasi kami semoga kasihMu selalu membimbing kami untuk memilih yang baik dan menolak yang jahat selamanya. Amin.

karya tuhan

Ibr. 10:1-10; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11; Mrk. 3:31-35

JAWAB  Yesus kepada mereka: “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Membaca Injil hari mungkin kita bertanya: Mengapa Yesus tampak cuek kepada keluargaNya saat mereka hendak bertemu denganNya? Ia berkata: Siapakah ibuKu, siapakah saudaraKu, siapakah saudariKu? Mereka adalah yang melakukan kehendak Allah.

SabdaNya ini membuat cinta dan hormatNya kepada ibu dan kerabatNya dipertanyakan. Namun sesungguhnya, kasih dan hormatNya kepada mereka tak perlu diragukan.

Apa maksud Yesus dengan mengatakan itu? Yesus hendak mengajar para muridNya tentang pengalaman rohani dan kebenaran tentang Kerajaan Allah. Ia menunjukkan realitas yang lebih tinggi tentang relasi dengan Allah dan yang menjadi milikNya.

Kita pahami bahwa inti menjadi orang Kristiani (Kristen) itu lebih dari sekadar doktrin, konsep dan perintah. Menjadi Kristen pertama-tama dan terutama adalah mengalami relasi dengan Allah, suatu relasi iman, perasaan, komitmen, loyalitas, kebaikan, kesungguhan, bela rasa, belas kasihan, pertolongan, peneguhan, dukungan, kekuatan, perlindungan dan begitu banyak kualitas lain yang mengikat kebersamaan umat dalam saling saling, pengertian, dan kesatuan. Allah menawarkan kepada kita kesatuan hati, budi, dan roh dengan diriNya, Sang Pencipta dan Sumber Kasih.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang tidak pernah gagal, tak pernah lupa dan tak pernah kompromi pun membohongi atau membuat kita terpuruk lagi kecewa. KasihNya tetap, tak tergoyahkan, tanpa syarat, dan tak bisa dihentikan. Dalam Adorasi Abadi kita membangun relasi kasih untuk berakar dalam kasihNya.

Tuhan Yesus Kristus, kami ingin tumbuh dalam persahabatan dan kasih denganMu. Anugerahilah kami Roh Kudus untuk mengubah hati, budi dan kehendak kami, dan mampukan kami untuk mengasihi secara merdeka dan murah hati seperti Engkau mengasihi. Dalam relasi kami semoga kasihMu selalu membimbing kami untuk memilih yang baik dan menolak yang jahat selamanya. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply