Renungan Adorasi: Selasa, 10 Februari 2015: PW St. Skolastika, Perawan

santa skolastikaKej 1:20–2:4a; Mzm 8:4-9; Mrk 7:1-13 …Percuma mereka beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat manusia… DALAM Injil hari ini kita membaca tentang para ahli Taurat dan kaum Farisi yang marah kepada Yesus karena Ia membiarkan para murid-Nya melanggar tradisi ritual mereka, yakni dengan makan tanpa cuci tangan lebih dahulu. Yesus menghadapi mereka dan menegaskan bahwa mereka itu tidak mengerti inti hukum Allah, maksud dan tujuan perintah-perintah-Nya. Ia memberi contoh tentang tradisi yang mereka jalankan dalam kaitannya dengan hormat kepada ayah atau ibu yang mereka langgar demi kepentingan mereka sendiri namun mengatasnamakan demi Allah. Mereka mengabaikan hukum Allah untuk memenuhi hukum-hukum buatan manusia. Melawan sikap mereka itu, Yesus menyatakan bahwa mereka munafik. Mereka laksana seorang aktor yang hanya manggung saja seakan-akan taat kepada Allah secara lahiriah, namun hati mereka penuh dengan kejahatan. Yesus juga mengecam sikap mereka itu yang mengabaikan sabda Allah dengan mengikuti tafsiran mereka senidri yang jauh dari kehendak Allah. Mereka memuji Allah hanya dengan bibir tapi hati mereka jauh dari Allah. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita belajar untuk mendengarkan sabda ALlah dan percaya bahwa sabda-Nya menyinari budi dan menyucikan hati kita hingga memampukan kita untuk secara lebih baik memahami kehendak-Nya bagi kita, yakni untuk mengasihi-Nya dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus Kristus mengundang kita untuk dekat dengan-Nya dan menyembah-Nya. Mari kita mendekati Dia dengan hati dan budi yang suci murni. Tuhan Yesus Kristus, bersihkanlah dan perbaharuilah budi dan hati kami dengan api Roh Kudus-Mu. Semoga Ia membersihkan budi dan hati kami hingga kami boleh mengasihi-Mu dengan lebih mrni dan melayani-Mu dengan pantas kini dan selamanya. Amin. Usai Adorasi Satu Jam di Kapel Adorasi Abadi di Girli Kebon Dalem 01.11-02.11

santa skolastika

Kej 1:20–2:4a; Mzm 8:4-9; Mrk 7:1-13

…Percuma mereka beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat manusia…

DALAM Injil hari ini kita membaca tentang para ahli Taurat dan kaum Farisi yang marah kepada Yesus karena Ia membiarkan para murid-Nya melanggar tradisi ritual mereka, yakni dengan makan tanpa cuci tangan lebih dahulu.

Yesus menghadapi mereka dan menegaskan bahwa mereka itu tidak mengerti inti hukum Allah, maksud dan tujuan perintah-perintah-Nya. Ia memberi contoh tentang tradisi yang mereka jalankan dalam kaitannya dengan hormat kepada ayah atau ibu yang mereka langgar demi kepentingan mereka sendiri namun mengatasnamakan demi Allah. Mereka mengabaikan hukum Allah untuk memenuhi hukum-hukum buatan manusia.

Melawan sikap mereka itu, Yesus menyatakan bahwa mereka munafik. Mereka laksana seorang aktor yang hanya manggung saja seakan-akan taat kepada Allah secara lahiriah, namun hati mereka penuh dengan kejahatan. Yesus juga mengecam sikap mereka itu yang mengabaikan sabda Allah dengan mengikuti tafsiran mereka senidri yang jauh dari kehendak Allah. Mereka memuji Allah hanya dengan bibir tapi hati mereka jauh dari Allah.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita belajar untuk mendengarkan sabda ALlah dan percaya bahwa sabda-Nya menyinari budi dan menyucikan hati kita hingga memampukan kita untuk secara lebih baik memahami kehendak-Nya bagi kita, yakni untuk mengasihi-Nya dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus Kristus mengundang kita untuk dekat dengan-Nya dan menyembah-Nya. Mari kita mendekati Dia dengan hati dan budi yang suci murni.

Tuhan Yesus Kristus, bersihkanlah dan perbaharuilah budi dan hati kami dengan api Roh Kudus-Mu. Semoga Ia membersihkan budi dan hati kami hingga kami boleh mengasihi-Mu dengan lebih mrni dan melayani-Mu dengan pantas kini dan selamanya. Amin.

Usai Adorasi Satu Jam di Kapel Adorasi Abadi di Girli Kebon Dalem 01.11-02.11

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply