Renungan Adorasi: Rabu, 7 Januari 2015

yesus berdoa1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:2,10-11,2-13; Mrk. 6:45-52. YESUS  pergi ke bukit untuk berdoa. … Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” … Setelah membuat mijizat penggandaan lima roti dan dua ikan, Yesus meninggalkan para murid-Nya. Ia pergi ke suatu tempat untuk berdoa sendirian. Para murid harus menyeberangi danau Galilea. Mamun mereka diterjang angin badai. […]

yesus berdoa

1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:2,10-11,2-13; Mrk. 6:45-52.

YESUS  pergi ke bukit untuk berdoa. … Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” …

Setelah membuat mijizat penggandaan lima roti dan dua ikan, Yesus meninggalkan para murid-Nya. Ia pergi ke suatu tempat untuk berdoa sendirian.
Para murid harus menyeberangi danau Galilea. Mamun mereka diterjang angin badai. Meski mereka merupakan para nelayan yang handal, namun mereka dicekam pula oleh ketakutan.

Yesus datang menjumpai mereka dengan berjalan di atas air menyertai mereka. Namun sayangnya para murid justru ketakutan bahkan menyangka Yesus hantu, bukannya bersukacita. came to them walking on the sea and startled them with his sudden appearance. Mereka tidak percaya hingga Yesus bersabda, “Akulah ini, jangan takut!”

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang bersabda kepada kita, “Jangan takut atau panik, santai dam tenanglah sebab Aku hadir di sini untukmu dan siap membantumu dengan segala yang kau butuhkan.” Mari kita mengenali-Nya yang hadir bersama kita. Yesus Kristus tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Mari tetap memandang dan menyembah Dia setiap saat terutama saat kita dicobai dan merasa lemah dan tampaknya tak ada pertolongan.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak pernah meragukan pertolonganMu yang menyelamatkan dan kehadiran-Mu senantiasa terutama dalam Adorasi Ekaristi Abadi, selamanya. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply